Seorang pelanggan, Amar (22), mengaku telah menjadi langganan sejak duduk di bangku SMP hingga kini telah bekerja.

Menurutnya, selain harga yang murah, Supri dan rekannya, Mang Ipul, sudah hafal model rambut pelanggan yang biasa ke sana.

Bagi Supri, pelanggan bukan sekadar orang yang datang untuk memangkas rambut, melainkan sudah menjadi bagian dari keluarga karena terus kembali selama bertahun-tahun.

Ia pun berharap usahanya tetap ramai.

Soal kemungkinan menaikkan tarif, Supri hanya tertawa. Baginya, keputusan itu masih sangat sulit untuk dipertimbangkan.

"Kalau untuk naikin harga dipikir setahun dua tahun dulu," tutupnya.

Usaha yang sudah ia geluti sejak 1988 ini awalnya mematok tarif Rp2.000, sebelum menaikkannya menjadi Rp5.000 pada 2005.

>>> 4 Kombinasi Bahan Serum untuk Flek Hitam Membandel, Lebih Cepat Pudar

Sejak saat itu hingga sekarang, selama lebih dari dua puluh tahun, harga tersebut tidak pernah berubah.