Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya operasional, seorang tukang cukur di Kota Bogor, Jawa Barat, memilih tetap mempertahankan tarif potong rambut Rp5.000.

Keputusan itu diambil demi membantu pelanggan setianya yang mayoritas berasal dari kalangan pelajar hingga pekerja harian.

>>> Wajah Jerawatan Usai Eksfoliasi? Dokter: Skin Barrier Rusak

Supri (62), pemilik jasa cukur rambut di kawasan Jalan Pemuda, Bogor, mengatakan targetnya adalah kelas menengah ke bawah yang ingin potong rambut murah namun tetap rapi.

Menurutnya, sebagian besar pelanggan merupakan warga sekitar, mulai dari anak sekolah, pengemudi ojek online, buruh, pedagang, hingga pelanggan lama yang telah bertahun-tahun menggunakan jasanya.

Dalam waktu sekitar satu jam, sedikitnya 17 pelanggan datang untuk memangkas rambut. Sejumlah pengunjung juga terlihat antre menunggu giliran.

Satu pelanggan umumnya membutuhkan waktu sekitar lima hingga sepuluh menit, dengan model rambut pendek dan rapi.

Meski keuntungan tidak besar, Supri mengatakan usahanya masih mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ramainya pelanggan menjadi penopang utama keberlangsungan usaha tersebut.

Di sisi lain, biaya operasional terus meningkat.

Pengeluaran untuk listrik, penggantian mata pisau, servis mesin cukur, hingga pembelian perlengkapan setiap bulan mencapai ratusan ribu hingga lebih dari satu juta rupiah.

Untuk menyiasatinya, ia menghemat penggunaan perlengkapan dan merawat alat kerja agar tetap awet tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

Supri menilai kondisi ekonomi membuat masyarakat semakin selektif dalam membelanjakan uang. Banyak pelanggan memilih jasa cukur murah agar sisa uang dapat digunakan untuk kebutuhan lain.

>>> 4 Tempat Beli Sepatu New Balance Ori di Indonesia, Aman dan Terpercaya

Bahkan, menurutnya, ada pelanggan yang sengaja memilih tarif Rp5.000 karena selisih biaya dibanding tempat lain bisa dimanfaatkan untuk uang jajan anak atau kebutuhan sehari-hari.