Menurut Ribka, pembangunan gedung pemerintahan harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

>>> John Herdman Puas TC Timnas Indonesia di Bali, Singgung Fondasi Jelang Piala AFF 2026

"Kehadiran gedung pemerintahan bukan sekadar membangun fisik, tetapi memastikan pelayanan publik semakin cepat, mudah, dan dekat dengan masyarakat," ungkapnya.

Peninjauan dilanjutkan ke Waduk Efata Mayo yang diproyeksikan menjadi sumber air baku bagi KPP sekaligus mendukung sektor pertanian dan pariwisata.

Setelah itu, rombongan meninjau Daerah Irigasi Waninggap untuk memastikan kesiapan infrastruktur pengairan dalam mendukung program cetak sawah dan optimalisasi lahan pertanian di Kabupaten Merauke.

Ribka menilai pembangunan infrastruktur sumber daya air menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Potensi waduk ini sangat besar.

Apabila dikembangkan secara terpadu, manfaatnya tidak hanya untuk penyediaan air baku, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Menjelang sore, rombongan meninjau pembangunan pengaman abrasi Pantai Lampu Satu yang berfungsi melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi.

"Pengamanan pantai sangat penting untuk melindungi permukiman, infrastruktur, dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Penanganannya harus dilakukan secara bertahap sesuai tingkat urgensinya," katanya.

Rangkaian kunjungan diakhiri di kawasan Kapsul Waktu Merauke.

Menurut Ribka, kawasan tersebut memiliki nilai sejarah sekaligus potensi wisata yang perlu dijaga melalui rehabilitasi infrastruktur, penambahan penerangan, serta penanganan vandalisme.

"Kapsul Waktu merupakan ikon Merauke.

>>> Honda Pindahkan Produksi Skutik Listrik UC3 ke Vietnam

Kawasan ini perlu ditata dan dipelihara agar tetap menjadi ruang publik yang aman, nyaman, sekaligus membanggakan masyarakat Papua Selatan," pungkasnya.