"Jumlah murid memang sedikit, tetapi kami terus berupaya memberikan pendidikan terbaik.

>>> Prabowo Resmikan Groundbreaking PSN Blok Masela Hari Ini

Alhamdulillah sekolah ini juga pernah meraih prestasi tingkat Provinsi Jawa Barat di bidang keagamaan, serta juara tingkat kabupaten untuk cabang tari dan Pendidikan Agama Islam," jelas Deni.

Deni mengakui mengelola sekolah dengan jumlah siswa minim bukan perkara mudah. Namun, kekompakan para guru menjadi kekuatan utama agar proses belajar-mengajar tetap berjalan baik.

Penjelasan Dinas Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, menegaskan fenomena ini terjadi karena faktor demografi, bukan rendahnya kualitas pendidikan.

"Setelah kami evaluasi, ternyata bukan karena sekolah ini tidak berkualitas. Memang jumlah anak usia sekolah di lingkungan sini sudah sedikit.

Banyak penduduk yang usianya sudah lanjut dan kawasan ini juga merupakan Kampung KB, sehingga jumlah kelahiran tidak banyak," tutur Erwan.

Erwan memastikan tidak ada perbedaan pelayanan antara sekolah yang memiliki banyak siswa dengan yang jumlah muridnya minim. "Sedikit atau banyak siswanya, pelayanan pendidikan harus tetap sama.

Justru dengan jumlah siswa yang sedikit, guru bisa memberikan perhatian yang lebih maksimal kepada peserta didik," ujarnya.

Erwan menjelaskan SDN 2 Salakaria bukan satu-satunya sekolah dengan jumlah murid sedikit.

Kondisi serupa juga ditemukan di beberapa SD lain di Kabupaten Ciamis, seperti di wilayah Lakbok, Rancah, dan Ciamis.

"Kami datang untuk memberi semangat kepada guru dan siswa agar tetap optimistis menjalankan proses belajar mengajar," kata dia.

Pemerintah daerah memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh layanan pendidikan, di mana pun mereka bersekolah. "Orang tua memiliki hak memilih sekolah.

>>> Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Target Bawa Timnas ke Piala Dunia 2030

Tugas kami adalah memastikan layanan pendidikan tersedia dan terus ditingkatkan. Kalau masih ada kekurangan, itu menjadi bahan evaluasi kami," tutup Erwan.