Fajar juga berharap pemerintah daerah lebih aktif menjangkau dan memberdayakan pelaku industri kreatif di daerah masing-masing.

Menurutnya, banyak desainer bertalenta di berbagai wilayah Indonesia yang belum mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuannya.

"Kalau di masing-masing daerah kita punya talenta-talenta atau desainer-desainer yang oke banget, cuman belum terjamah atau belum keluar aja," katanya.

Ia menilai pemerintah daerah dapat mulai membangun basis data dan memperkuat kolaborasi dengan desainer lokal, sehingga kebutuhan desain tidak selalu bergantung pada pelaku industri kreatif dari kota besar.

"Jangan sampai kalau pemerintah daerah ingin bikin logo, harus merekrut yang di Jakarta atau Bandung. Padahal di daerahnya sendiri kita punya," ujar Fajar.

Fajar yang merupakan co-founder Auman Design Bureau terpilih sebagai pemenang setelah melalui kurasi portofolio, wawancara, pendampingan intensif selama empat minggu, hingga pemungutan suara publik.

Logonya memperoleh 44,73 persen suara dari total 68.569 suara yang masuk selama lima hari periode pemilihan.

Logo yang dibuat Fajar dan tim mengangkat konsep "Kolektif, Sinergi, Bertumbuh".

>>> Mengintip Suasana Interior Suzuki XL7 Terbaru, Ini yang Berbeda

Logo tersebut mengalahkan empat finalis lain: David Wirawan P asal Surakarta dengan konsep "8 Harapan, 1 Tujuan", Kanda Putra dari Denpasar dengan konsep "Kemanusiaan yang Terhubung", Rizkiawan dari Malang dengan konsep "Berdaya, Setara, Sinergi Bersama", dan Tiffany Djohan asal Batam dengan konsep "Demokrasi dan Kemandirian".