Kilas Balik Tragedi Kampung Bandeng

Teror yang dialami Atmi di masa tua perlahan mengungkap flashback ke tiga puluh tahun yang lalu. Kala itu, Lastri yang masih muda dan penuh harapan menikah dengan Turenggo (Gary Iskak), seorang juragan tambang pasir yang disegani di Kampung Bandeng.
 
Namun, kebahagiaan rumah tangga mereka tidak bertahan lama. Kecemburuan, iri hati, dan fitnah keji yang disebarkan oleh Darman (Yama Carlos) bersama Atmi di masa mudanya, pelan-pelan meracuni lingkungan sekitar. Fitnah tersebut tidak hanya menghancurkan reputasi Lastri, tetapi juga merenggut nyawanya secara tragis.
 
Kini, setelah tiga puluh tahun terkubur, arwah Lastri kembali bangkit. Ia membawa dendam yang tak pernah padam, siap mengungkap luka lama, dan membongkar rahasia kelam yang selama ini masih membayangi setiap sudut Kampung Bandeng. Siapa saja yang terlibat dalam dosa masa lalu, akan berhadapan langsung dengan murkanya.
 

Pujian untuk Deretan Pemain Bertalenta

Salah satu daya tarik utama dari Lastri: Arwah Kembang Desa adalah jajaran pemainnya yang dikenal dengan kualitas akting di atas rata-rata.
 
  • Hana Saraswati sebagai Lastri. Hana dipercaya menghidupkan sosok kembang desa yang cantik namun menyimpan amarah luar biasa sebagai arwah gentayangan. Ekspresi dan bahasa tubuhnya diprediksi akan menjadi momok baru di perfilman horor Indonesia.
  • Audy Bella sebagai Atmi. Audy menghadapi tantangan berat untuk memerankan Atmi dari dua fase waktu, terutama saat menjadi wanita tua yang dihantui rasa bersalah dan teror batin.
  • Gary Iskak sebagai Turenggo. Aktor yang sudah malang melintang di genre thriller dan horor ini kembali menunjukkan taringnya sebagai suami yang terjebak dalam konspirasi jahat.
  • Yama Carlos sebagai Darman. Yama akan memerankan karakter antagonis yang menjadi biang keladi fitnah dan kehancuran rumah tangga Lastri.
  • Joe Richard dan jajaran aktor pendukung lainnya yang akan melengkapi atmosfer mistis Kampung Bandeng.