Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengancam akan mencabut izin distributor pupuk yang terbukti menjual di atas harga yang ditetapkan pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan setelah ia menerima laporan dari seorang mahasiswa mengenai dugaan mahalnya harga pupuk saat kuliah umum di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan.

>>> Jadwal 5 Wakil Indonesia di 16 Besar Japan Open 2026

Amran mengatakan laporan tersebut langsung ditindaklanjuti. Ia meminta izin distributor yang dilaporkan ditahan sementara hingga dilakukan pemeriksaan.

"Ada satu tadi mahasiswa mengeluhkan kenaikan (harga pupuk), itu kami minta dicabut izinnya kalau memang betul. Hari ini langsung kami hold, tahan dulu izinnya sampai dicek.

Kalau benar, izinnya langsung dicabut," kata Amran dalam konferensi pers seusai acara, Rabu (15/7).

Ia menjelaskan pemerintah sebelumnya telah mencabut izin lebih dari 2.000 distributor atau kios pupuk yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk menjual pupuk di atas harga yang ditetapkan.

Menurutnya, tindakan serupa akan kembali dilakukan apabila hasil pemeriksaan membuktikan laporan mahasiswa tersebut benar.

"Sudah ada 2.000 lebih. Dan tidak ada ruang, itu perintah Bapak Presiden," ujarnya.

Amran menambahkan pemerintah tidak akan memberi toleransi terhadap praktik yang merugikan petani. Pengawasan distribusi pupuk menjadi salah satu instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.

Ia juga mengatakan pemerintah telah menurunkan harga pupuk sekitar 20 persen. Amran menyebut hal itu merupakan kali pertama terjadi sejak Indonesia merdeka.

"Selama merdeka barusan pertama kali harga pupuk turun 20 persen, tidak pernah terjadi," katanya.

Dalam kuliah umum yang sama, Amran juga menegaskan komitmennya menindak pejabat maupun oknum yang terlibat praktik korupsi dan mafia di sektor pertanian.