Kusanagi hanya memiliki otak biologis asli.

>>> Purbaya: Outlook Stabil S&P Bukan Hadiah, Tapi Hasil Kerja Pemerintah

Di dunia nyata, implan koklea telah memulihkan pendengaran bagi tunarungu berat sejak 1985, dengan versi terbaru yang sepenuhnya dapat ditanamkan sedang diuji klinis.

Prostesis retina Argus II memberikan penglihatan terbatas bagi penderita retinitis pigmentosa, meski dengan resolusi 6x10 dan biaya US$150.000.

Perusahaan Open Bionics menawarkan lengan bionik Hero FLEX dan Hero RGD yang tahan air, dengan komponen tangan yang dapat diganti sesuai aktivitas.

Lengan ini menggunakan sensor myoelectric untuk mengenali gerakan yang diinginkan pengguna.

Kaki bionik pintar juga dikembangkan dengan giroskop dan akselerometer untuk menjaga keseimbangan, serta AI untuk menerjemahkan sinyal saraf.

Namun, teknologi ini masih mahal dan belum siap untuk penggunaan luas.

Pencetakan 3D Jaringan Hidup dan Kamuflase Termo-Optik

Adegan pembukaan film Ghost in the Shell yang ikonik memperlihatkan perakitan tubuh prostetik wanita secara detail.

Meski kita belum bisa membuat seluruh tubuh, pencetakan 3D menggunakan sel individual kini dapat membangun organ baru.

Pada 2024, untuk pertama kalinya seorang pasien Korea menerima transplantasi trakea yang dicetak 3D dari sel punca donor.

Penelitian terus berlanjut untuk mencetak organ seperti hati dan jantung dari jaringan hidup.

Kamuflase termo-optik yang membuat Kusanagi tak terlihat saat jatuh dari gedung masih jauh dari kenyataan.

Ilmuwan telah mengembangkan metamaterial yang dapat membelokkan cahaya pada panjang gelombang tertentu, tetapi belum bisa mencakup seluruh spektrum cahaya tampak dan inframerah.

>>> Dee Valladares Nominasi Tiga Penghuni Big Brother Season 28

Masalahnya, jika semua cahaya dibelokkan, pemakainya akan buta total karena tidak ada cahaya yang mencapai retina. Jadi, teknologi ini masih sebatas fiksi ilmiah.