Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah melontarkan komentar yang dianggap cemburu kepada Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menerima kunjungan resmi al-Zaidi di Gedung Putih.

>>> Sidang Kasus Ijazah Jokowi: 15 Teman Kuliah Siap Jadi Saksi Lawan Dokter Tifa

Dalam pertemuan tersebut, Trump menyebut al-Zaidi sebagai pria muda dan tampan, lalu mengaku tidak menyukai hal itu.

"Dia adalah pria muda. Dia muda dan tampan, itu yang tidak saya sukai.

Saya tidak senang soal itu," kata Trump, dikutip Kamis (16/7/2026).

Ucapan itu langsung memicu reaksi luas di media sosial, khususnya dari pengguna X yang menilai komentar tersebut tidak relevan dengan agenda diplomatik.

Seorang pengguna X menulis, "Kecemburuan Trump adalah satu-satunya pendorong dalam segala hal yang dia lakukan dan telah lakukan sepanjang hidupnya yang menyedihkan."

Komentar lain menyoroti kebiasaan Trump mengomentari penampilan fisik orang lain. "Tambahkan ke daftar komentar aneh dan tidak pantas tentang penampilan pria," tulis netizen.

>>> Roy Suryo Pamer Ijazah Asli Doktor dari UNJ Bantah Fitnah Gelar Palsu

Pengguna lain mempertanyakan alasan Trump selalu menjadikan penampilan sebagai bahan pembicaraan dalam forum resmi. "Mengapa dia harus mengomentari penampilan setiap orang?

Aneh sekali," tulisnya.

Agenda Diplomatik di Balik Pertemuan

Pertemuan Trump dan al-Zaidi sebenarnya memiliki agenda penting terkait hubungan bilateral AS dan Irak.

Kedua negara tengah menyiapkan kesepakatan di bidang energi dan perdagangan yang diharapkan meningkatkan investasi perusahaan AS di Irak.

Juru Bicara Pemerintah Irak Haider al-Aboudi mengatakan kunjungan tersebut menjadi langkah awal menuju kemitraan ekonomi strategis yang lebih kuat.

>>> Lawan Doktif, Richard Lee Nekat Hentikan Konsumsi Obat Keras hingga Pingsan di Sel

Menurutnya, tujuan utama pertemuan bukan sekadar kesepakatan sementara, melainkan membangun hubungan jangka panjang yang saling menguntungkan.