Tadej Pogacar dan UAE Team Emirates terus mengendalikan Tour de France setelah melewati etape pegunungan yang menantang.

Pada etape 10, sejumlah rival seperti Ben O'Connor, Javier Romo, Harold Tejada, dan Richard Carapaz melancarkan serangan.

>>> AI Tak Harus Dimulai dengan Ganti ERP, Rimini Street: Maksimalkan Sistem yang Sudah Ada

Namun, Pogacar yang berusia 27 tahun mampu meredam semua ancaman dengan efisien.

Tim Visma-Lease A Bike mencoba memberi tekanan di Col de Pertus dengan mengandalkan Davide Piganzoli untuk mengatur tempo bagi Jonas Vingegaard.

Upaya itu justru memperlihatkan kesenjangan antara tim penantang dan kekuatan luar biasa UAE Team Emirates di sektor pegunungan.

Dominasi Pogacar menuai reaksi beragam dari penonton di pinggir jalan. Sebagian besar bersorak, namun ada pula yang menunjukkan ketidakpuasan.

>>> BINUS University dan SAP Luncurkan Konferensi Pendidikan Teknologi APAC 2026

Fokus Beralih ke Etape Datar

Kini persaingan bergeser ke klasemen poin pada etape datar sepanjang 161,3 kilometer dengan tanjakan 1.400 meter.

Tim-tim yang mengandalkan sprinter bersiap mengontrol peloton untuk menggagalkan upaya breakaway sebelum finis di Nevers.

Alpecin-Premier Tech berupaya memposisikan Jasper Philipsen meraih kemenangan, sementara NSN mendukung Biniam Girmay untuk merebut kemenangan etape pertama mereka.

>>> NotebookLM Ubah Tumpukan Artikel yang Tak Terbaca Jadi Video yang Akhirnya Saya Tonton

Tim Merlier juga menjadi kandidat kuat untuk meraih kemenangan ketiga setelah menunjukkan performa impresif di etape pegunungan sebelumnya.