Pada tahap ini, sampah sisa makanan tidak dibuang dan dibiarkan membusuk di dalam rumah. Akibatnya, timbul bau menyengat serta mengundang hama dan hewan pengerat.

Ruth tidak tahu pasti penyebab kebiasaannya.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa trauma mendalam dan rasa kehilangan sering menjadi pemicu hoarding disorder, yang kini diakui WHO sebagai gangguan kesehatan mental.

Ruth mengingat peristiwa traumatis di masa kecilnya. Saat berusia lima tahun, kebakaran rumah merenggut nyawa dua kerabat dekatnya.

Ia juga mengalami hubungan toxic saat dewasa.

Bagi Ruth, tumpukan barang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri, benteng fisik untuk mengisolasi diri dari dunia luar. Namun, benteng itu justru menjadi penjara sosial yang menyiksa.

"Rasanya sangat memalukan.

Jika ada petugas yang datang untuk memeriksa meteran listrik, saya tidak akan membiarkan mereka masuk karena melihat kondisi apartemen yang hancur berantakan.

>>> Prabowo Bahas Ketahanan Ekonomi dan Percepatan GovTech Bersama DEN

Saya hanya merasa sangat malu dan bersalah," curhatnya.