Seorang wanita di Leasowe, Merseyside, Inggris, mengalami hoarding disorder ekstrem yang membuat rumahnya dipenuhi gunungan sampah dan barang bekas.

Kondisi ini bahkan mengancam kepemilikannya atas apartemen yang ia tempati.

>>> Chery Siap Ganti Baru Mobil Listrik yang Rusak Akibat Baterai Rhino

Wanita bernama Ruth Cookson (53) ini mengaku kebiasaan menimbun barang dimulai saat karantina pandemi Covid-19.

Ia mulai mengumpulkan berbagai benda, mulai dari pakaian hingga peralatan dapur, tanpa bisa berhenti.

"Buku mewarnai, peralatan dapur, pakaian, mantel, apa saja yang bisa Anda pikirkan, semuanya saya timbun.

Dan saya tidak cuma punya satu, bisa dua, tiga, bahkan empat buah untuk barang yang sama," kata Ruth kepada BBC.

Apartemen satu kamar miliknya perlahan berubah menjadi lingkungan yang tidak layak huni.

Tumpukan barang menutup seluruh akses jalan, sehingga Ruth harus memanjat gunungan sampah hanya untuk berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain.

Lantai ruang tamu nyaris tidak terlihat lagi karena tertutup gundukan kotak kardus, kantong plastik, wadah bekas, dan barang-barang baru yang ia beli untuk menggantikan benda lama yang terselip di bawah timbunan.

Ruth mengaku setiap kali tidak bisa menemukan sesuatu, ia akan membeli barang baru. "Ketika saya tidak bisa menemukannya lagi, saya akan keluar lagi dan membelinya lagi.

Begitu seterusnya sampai saya punya tiga, empat, atau lima barang yang persis sama," tuturnya.

>>> Otoritas Jepang Buru Beruang Hitam yang Bobol 14 Rumah

Wet Hoarding yang Berbahaya

Kondisi Ruth bukan sekadar dry hoarding, di mana seseorang mengumpulkan barang-barang kering seperti kardus atau surat kabar. Ia telah memasuki fase wet hoarding yang lebih berbahaya.