Rony menegaskan perangkat ini dirancang sebagai alat bantu klinis, bukan untuk menggantikan peran dokter dalam diagnosis atau terapi.

"Salah satu tantangan terbesar adalah memastikan kondisi pasien stabil sebelum pulang. NAVI-HF membantu mengidentifikasi pasien yang masih berisiko melalui alat sederhana, portabel, dan didukung AI," ujarnya.

Ke depan, NAVI-HF juga berpotensi digunakan untuk pemantauan pasien dari rumah (home-based monitoring) dan layanan telemedisin.

Rony berharap AI dapat mendukung deteksi dini, pengambilan keputusan klinis, dan mengurangi risiko rawat ulang.

>>> Startup China StepFun Luncurkan StepX Neo, Smartphone AI Pertama di Dunia

Pengembangan NAVI-HF menjadi contoh penerapan AI di bidang kesehatan untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan kualitas layanan medis, sekaligus menekan beban pelayanan akibat tingginya kasus gagal jantung di Indonesia.