Zafra, kota kecil di Extremadura, Spanyol, tiba-tiba menjadi pusat perhatian dalam perlombaan industri pertahanan Eropa.

ARMMO Defense Technologies mengumumkan pembangunan pusat teknologi pertahanan di sana, yang akan memproduksi drone, sistem otonom, dan platform nirawak canggih.

>>> Mao Nanami, Mangaka Real Girl, Luncurkan Manga Baru pada 26 Juli

Proyek ini bertujuan menjadikan Zafra sebagai salah satu pabrik drone terpenting di Eropa.

Lokasi yang Tak Terduga

Sebelumnya, Zafra lebih dikenal karena sejarah dan kehidupan lokalnya, bukan sebagai pusat industri pertahanan.

Menurut laporan EFE, ARMMO berencana mengembangkan kawasan industri yang mencakup produksi, integrasi elektronik, perakitan, material komposit, pengujian, serta riset dan pengembangan sistem nirawak.

Proyek ini masih dalam tahap perencanaan dan belum menjadi raksasa industri yang sepenuhnya matang.

Lebih dari Sekadar Drone

Pabrik ini tidak hanya memproduksi drone kecil dengan kamera, melainkan juga sistem otonom, kendaraan nirawak, peperangan elektronik, kendaraan darat, drone udara, dan sistem angkatan laut.

Infodefensa melaporkan kompleks Zafra diperkirakan seluas sekitar 280.000 kaki persegi atau 6,4 hektar, yang digunakan untuk desain, integrasi, validasi, dan manufaktur sistem otonom dan teknologi pertahanan.

Eropa kini melihat drone sebagai elemen sentral keamanan masa depan, mulai dari pengawasan medan perang hingga pertahanan anti-drone dan perlindungan infrastruktur kritis.

NATO pada 7 Juli 2026 menyatakan drone telah 'mengubah secara fundamental' perang modern dan menginvestasikan lebih dari 40 miliar dolar AS untuk kemampuan anti-drone dalam lima tahun ke depan.

NATO juga berencana melatih lima kali lebih banyak operator drone pada akhir 2027.

Komisi Eropa melalui White Paper for European Defence Readiness 2030 menempatkan drone dan sistem anti-drone sebagai prioritas, bersama dengan cyber, kecerdasan buatan, dan peperangan elektronik.