Daryl menyebut keluarganya telah mengembangkan sekitar 120 sekolah dan perguruan tinggi di Xiamen selama lebih dari satu abad, membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi di Jawa Tengah melalui pertukaran mahasiswa, dosen, informasi, pengetahuan, dan tenaga ahli.

"Saya kira kerja sama pendidikan akan membawa kedua wilayah ke tingkat yang lebih tinggi.

>>> Gaikindo: Industri Siap Terapkan B50, Aman untuk Mesin Diesel

Pendidikan ini juga merupakan rencana jangka panjang yang bisa dilakukan oleh kedua wilayah," kata dia.

Ia menilai Jawa Tengah memiliki modal kuat sebagai lokasi investasi, didukung infrastruktur, kawasan industri, dan ekosistem usaha yang sudah berkembang.

Chief Executive IOA Global Pte Ltd, Razali Ramli, menambahkan Jawa Tengah memiliki kedekatan budaya dengan masyarakat dan pelaku usaha dari Fujian.

Ia menyebut banyak pengusaha asal Fujian yang sudah memiliki jaringan usaha di wilayah tersebut.

"Karena itu, saya rasa budayanya memiliki banyak persamaan. Jadi, lebih mudah bagi masyarakat ataupun pengusaha dari Provinsi Fujian untuk datang ke sini," ucapnya.

Di sisi lain, Ahmad Luthfi menyatakan pemerintah daerah siap memberikan kepastian, keamanan, dan pendampingan bagi calon investor.

Pemprov Jateng juga akan mengawal proses perizinan serta menawarkan sejumlah kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus sesuai kebutuhan perusahaan.

Dirinya menyebut industri padat karya menjadi salah satu prioritas karena mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Kesiapan sumber daya manusia didukung hampir 1.500 sekolah vokasi, politeknik, dan Balai Latihan Kerja (BLK) yang diarahkan terhubung dengan kebutuhan perusahaan.

"BLK kita ini untuk menjamin keterampilan tenaga kerja agar bisa diterima di perusahaan," imbuh dia.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, total investasi Singapura pada periode 2022 hingga triwulan I 2026 mencapai Rp32,158 triliun, menempatkan Singapura sebagai investor terbesar kedua di Jawa Tengah.

>>> Dituduh Kolusi dengan Israel, Eks Presiden Iran Buka Suara

Khusus pada triwulan I 2026, Singapura menjadi kontributor terbesar penanaman modal asing di provinsi ini dengan nilai Rp3,333 triliun atau sekitar 25,8 persen dari total investasi asing yang masuk.