Para pekerja di Washington mulai menguras Kolam Refleksi Lincoln Memorial pada Senin, 13 Juli 2026, untuk melakukan perbaikan tak terduga setelah masalah struktural dan dugaan sabotase.

Pengurasan ini dilakukan tak lama setelah perayaan Hari Kemerdekaan, memperpanjang proyek renovasi yang awalnya bernilai lebih dari 14 juta dolar AS.

>>> Dua Investor Institusi Kurangi Kepemilikan Saham Bank of America

Presiden Donald Trump melalui Truth Social menjelaskan alasan di balik kolam yang kosong tersebut.

"Kami menguras 'Kolam Refleksi' yang indah hari ini untuk memperbaiki bekas luka dan kerusakan yang dilakukan oleh para pengacau dua minggu lalu," ujar Trump.

Trump merinci tingkat keparahan kerusakan, dengan mengatakan bahwa infrastruktur kolam mengalami kerusakan signifikan.

"Sayatan sepanjang 300 yard, dan lantai kolam dipotong lalu ditarik ke atas dengan kekuatan besar oleh para preman ini," catat Trump.

Trump sebelumnya mengklaim bahwa kolam tersebut dicat dengan warna tertentu sebelum masalah muncul, yaitu "biru bendera Amerika."

Sebelum akhir pekan liburan, Trump menyatakan optimisme terkait penyelesaian proyek. "Tujuannya agar selesai, pada level yang lebih tinggi, sebelum 4 Juli — Kami lebih cepat dari jadwal!"

ujarnya.

Setelah pemberitaan baru-baru ini, Trump terus membantah laporan mengenai integritas struktural kolam. "Dinas Taman harus mengosongkan air untuk memperbaiki bak yang kedap air," jelas Trump.

>>> Hasil Powerball 13 Juli 2026: Jackpot Rp 7,7 Triliun

Trump juga memberikan peringatan keras terhadap mereka yang dianggap bertanggung jawab atas masalah yang berkelanjutan. "Kolam akan diisi ulang dan segera berfungsi kembali.

Para bajingan pembenci negara ini harus membayar mahal atas kerusakan yang ditimbulkan," tambah Trump.