Pengejaran dan Aksi Anarkis di Kawasan Grand Delta Pekayon

Naas bagi korban, ketegangan tidak berakhir di titik kemacetan awal. Saat kendaraan korban akhirnya berhasil melaju dan mencapai kawasan depan Perumahan Grand Delta Pekayon, sang sopir angkot kembali menunjukkan perilaku yang sangat agresif dan mengancam.
 
Berdasarkan keterangan korban, sopir angkot tersebut nekat menyalip sejumlah kendaraan lain secara membahayakan hanya untuk kembali menghadang mobil korban. Yang lebih mengejutkan, sopir itu diduga memanggil rekannya untuk ikut serta dalam aksi pengepungan terhadap kendaraan keluarga tersebut.
 
Dalam video kedua yang beredar luas di platform media sosial, terlihat dengan jelas bagaimana sopir angkot itu berdiri tepat di depan kap mobil korban. Pose tubuhnya yang dramatis seolah-olah berusaha menciptakan narasi bahwa dirinyalah yang menjadi korban tabrak lari atau penganiayaan, sebuah taktik yang sering disebut sebagai upaya victim playing untuk memojokkan lawan.
 

Puncak Pengrusakan: Pintu Dipukul, Kaca Mobil Hancur

Setelah beberapa saat beraksi di depan kap mobil, luapan emosi sang sopir mencapai puncaknya. Tanpa peringatan, pria tersebut terlihat memukul-mukul pintu bagian kanan mobil korban dengan keras. Tak berhenti di situ, ia juga merusak kaca jendela di sisi pengemudi hingga pecah.
 
Aksi vandalisme yang terekam jelas dalam video tersebut sontak memicu gelombang kecaman dari warganet. Banyak netizen yang menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap menurunnya etika dan keselamatan berlalu lintas di jalan raya, serta menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri seperti ini tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
 

Langkah Hukum: Korban Lapor ke Polres Metro Bekasi