Militer Amerika Serikat akan memberlakukan kembali blokade di Selat Hormuz mulai Selasa, 14 Juli, setelah sepekan pertempuran dengan Iran kembali memanas.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi blokade tersebut beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengumumkan langkah itu, termasuk rencana untuk mengenakan tarif pada semua kargo yang melintasi jalur air tersebut.

>>> Philadelphia Bersih-bersih Setelah Empat Microburst Sebabkan Kerusakan Luas

Trump menyebut tarif itu sebagai bentuk penggantian biaya keamanan yang diberikan AS di kawasan tersebut.

Blokade Hanya untuk Iran?

Trump menegaskan blokade hanya akan menyasar kapal yang menuju atau meninggalkan pelabuhan Iran.

Namun, dalam praktiknya, blokade sebelumnya telah menghentikan lalu lintas di selat yang menjadi jalur utama minyak dunia.

Dalam pernyataan di media sosial, Trump mengatakan bahwa negara lain tetap dapat menggunakan Selat Hormuz secara bebas dan terbuka.

Namun, ia juga menyebut bahwa AS akan memungut tarif 20% dari semua kargo yang melintas sebagai biaya perlindungan.

CENTCOM tidak memberikan pernyataan resmi mengenai tarif tersebut.

Latar Belakang Pertempuran

Pertempuran kembali pecah setelah pasukan Iran menembaki tiga kapal niaga di Teluk Oman pekan lalu. Garda Revolusi Islam Iran menyebut kapal-kapal itu mencoba melintas tanpa izin.

>>> Bintang Yellowstone Spinoff Beri Bocoran Potensi Crossover

AS kemudian meluncurkan empat putaran serangan terhadap Iran. Trump menyatakan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati sudah berakhir.

Sejak Senin lalu, AS telah menyerang lebih dari 300 target di berbagai lokasi di Iran, termasuk Pelabuhan Bandar Abbas dan Pulau Qeshm.

Serangan akhir pekan lalu menewaskan beberapa orang di Iran selatan, menurut laporan media setempat.

Iran membalas dengan menembakkan drone dan rudal ke pangkalan AS di Yordania dan beberapa negara Teluk.

Selama blokade sebelumnya, militer AS mengalihkan 142 kapal niaga yang mencoba melintas. Sembilan kapal yang mencoba menerobos blokade ditembaki dan dilumpuhkan.

Salah satu insiden terakhir sebelum gencatan senjata adalah tewasnya tiga pelaut India ketika pesawat AS menembakkan amunisi presisi ke ruang mesin MT Settebello.

>>> Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Kern County dan Los Angeles

Sekitar 20 juta barel minyak melewati Selat Hormuz setiap hari, bernilai sekitar 1,6 miliar dolar AS pada harga pasar 80 dolar per barel.