Dokter anak dan epidemiolog dari Boston College, Philip Landrigan, yang tidak terlibat dalam penelitian, mengatakan risiko kesehatan akibat polusi udara masih terjadi di bawah ambang batas WHO.

WHO menetapkan batas rata-rata tahunan PM2.5 sebesar 5 mikrogram per meter kubik, hampir setengah dari standar EPA.

Menurut Landrigan, semakin rendah konsentrasi polusi, semakin kecil risikonya. Namun, hampir tidak ada tingkat polusi yang benar-benar bebas risiko.

Ia menilai penerapan standar WHO berpotensi mencegah banyak kasus penyakit jantung dan stroke.

Temuan ini muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap kebijakan pengendalian polusi udara.

Di Indonesia, organisasi Bicara Udara meluncurkan Biru Voices: Clean Air Policy Competition, kompetisi penyusunan policy brief bagi mahasiswa untuk merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis data.

Kompetisi berlangsung dari 19 Juni hingga 24 Juli 2026 dengan empat tema: instrumen fiskal, reformasi tata kelola, intervensi sumber emisi, dan kebijakan kesehatan publik.

>>> TGRI Sapu Bersih Podium di Seri Pembuka Kejurnas Slalom 2026

Co-Founder Bicara Udara, Novita Natalia, berharap kompetisi ini melahirkan generasi muda yang mampu menerjemahkan bukti ilmiah menjadi rekomendasi kebijakan.