Dari Kemensos, data diteruskan ke BPS untuk verifikasi dan validasi. Setiap tiga bulan, data hasil pemutakhiran yang telah diverifikasi diserahkan kembali ke Kemensos untuk penyaluran bansos.

>>> Fakta Baru Terduga Pelaku Teror Bom SD di Jagakarsa: Anaknya Bersekolah di Tempat Sama

"Intinya dengan pemutakhiran ini diharapkan yang namanya bansos ini diterima oleh mereka yang berhak," imbuhnya.

Integrasi dengan Program Pemberdayaan

Selain memperbarui data penerima, pemerintah mulai mengintegrasikan penyaluran bansos dengan program pemberdayaan masyarakat.

Kebijakan itu menjadi bagian dari paradigma baru "Bansos Sementara, Berdaya Selamanya" yang diusung Presiden Prabowo Subianto.

"Nah setelah diterima oleh mereka yang berhak, akan ditindaklanjuti dengan program pemberdayaan.

Ini yang baru dari Pak Presiden Prabowo, jadi tidak hanya diberi bansos, tapi kita kuatkan dengan pemberdayaan, sehingga keluarga-keluarga ini nanti terukur bisa naik kelas," kata Gus Ipul.

Kemensos menargetkan lebih dari 150 ribu KPM akan didorong mengikuti program pemberdayaan tahun ini.

"Kita harapkan mereka tahun berikutnya nanti sudah tidak menerima bansos lagi, tapi mengembangkan usaha yang hasilnya lebih besar daripada mereka yang menerima bansos," jelasnya.

Ada tiga bentuk pemberdayaan yang akan diberikan sesuai hasil asesmen masing-masing KPM, yakni peningkatan keterampilan, memperkuat akses, dan memperkuat aset.

>>> Harkopnas 2026, Bank Mandiri Dorong Pemberdayaan Koperasi dan UMKM

"Ya kita coba apanya dulu, (misal) mereka butuh peningkatan keterampilan atau mereka butuh tambahan aset, tempat untuk usaha misalnya, atau mungkin juga yang ketiga aksesnya dibuka, mungkin dikerjasamakan dengan banyak pihak," pungkasnya.