Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, secara tegas meminta publik untuk tidak membesar-besarkan rivalitas bersejarah antara negaranya dengan Inggris jelang semifinal Piala Dunia 2026.

Pertandingan hidup-mati ini dijadwalkan berlangsung di Atlanta Stadium pada Rabu mendatang. Pemenangnya akan melaju ke partai final di New York.

>>> Ryo Matsumura Resmi Tinggalkan Persija, Cedera Hamstring Jadi Awal Perpisahan

Meski pertemuan kedua raksasa sepak bola ini selalu dibumbui drama olahraga hingga ketegangan politik selama puluhan tahun, Scaloni ingin anak asuhnya tetap berkepala dingin.

Hapus Narasi di Luar Sepak Bola

Sesaat setelah Argentina menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1 lewat babak tambahan waktu, Scaloni langsung berusaha meredam berbagai spekulasi yang berkembang.

"Ini adalah pertandingan sepak bola, titik, tidak ada yang lebih dari itu," ujar Lionel Scaloni, dikutip dari Reuters.

Scaloni menegaskan fokus utama timnya adalah mempertahankan gelar juara dunia yang diraih di Qatar, tanpa terbebani narasi sejarah.

>>> Heboh TikToker Clarissa Yoe Diduga Giring Opini Negatif Anak Kecil di PRJ: Demi Viewers, Etika Konten Kreator Dipertanyakan

"Mari kita tidak mencari hal lain, ini adalah pertandingan sepak bola di mana kami akan melawan tim nasional hebat yang memiliki pelatih luar biasa yang saya kagumi," tambahnya.

Pernyataan tersebut juga menjadi bentuk penghormatan Scaloni kepada pelatih Inggris, Thomas Tuchel.

Bayang-bayang Konflik Malvinas

Isu Kepulauan Falkland atau Malvinas di Argentina masih menjadi topik sensitif sejak konflik bersenjata pada 1982.

Hingga kini, isu tersebut kerap muncul melalui nyanyian suporter Argentina yang menyinggung kedaulatan kepulauan tersebut.

>>> Panduan Memilih 10 Kampus Jurusan AI Terbaik di Indonesia 2026

Bahkan, yel-yel yang mengaitkan Malvinas dengan kejayaan Maradona hingga misi Lionel Messi meraih trofi Piala Dunia kedua kembali terdengar sepanjang turnamen di Amerika Utara.