Tiga perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Australia (ASX) saat ini diperdagangkan di bawah estimasi nilai wajarnya berdasarkan analisis discounted cash flow (DCF) per 13 Juli 2026.

Temuan ini diungkap oleh platform keuangan Simply Wall St di tengah volatilitas pasar yang dipicu oleh perubahan tren inflasi, imbal hasil obligasi, dan fluktuasi harga energi.

>>> Christopher Nolan Peringatkan Hollywood soal Risiko AI di Film

Ketiga saham tersebut adalah penyedia perangkat lunak Xero, perusahaan pertambangan Lynas Rare Earths, dan pengembang perangkat lunak logistik WiseTech Global.

Kinerja dan Tantangan Masing-masing Emiten

Xero, yang berbasis di Wellington, Selandia Baru, mencatat pendapatan 2,75 miliar dolar Selandia Baru dari platform bisnis kecilnya secara daring.

Pasar Australia menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan 1,15 miliar dolar Selandia Baru. Kapitalisasi pasar perusahaan mencapai 12,52 miliar dolar Australia.

Xero saat ini tengah memperluas fitur berbasis kecerdasan buatan melalui integrasi dengan Anthropic dan Microsoft 365.

Namun, Simply Wall St melaporkan bahwa margin laba Xero menyempit dan perusahaan sepenuhnya bergantung pada pinjaman eksternal untuk kebutuhan pendanaannya.

>>> Banjir Bandang Ancam Louisiana Akibat Cuaca Dingin dan Kelembapan Teluk

Hal ini menimbulkan risiko keuangan yang lebih tinggi jika kondisi pasar kredit mengencang.

Lynas Rare Earths, perusahaan pertambangan dan pengolahan, juga masuk dalam daftar saham undervalued dengan kapitalisasi pasar 16,74 miliar dolar Australia.

Perusahaan menghasilkan 715,89 juta dolar Australia dari operasi inti tanah jarang dan memiliki perjanjian pasokan eksklusif dengan JS Link hingga tahun 2038.

WiseTech Global, pengembang perangkat lunak logistik, menjadi saham ketiga yang teridentifikasi. Perusahaan ini meraih pendapatan dari Amerika, Eropa, dan kawasan Asia Pasifik.

WiseTech baru-baru ini memperluas kehadiran pasarnya dengan menarik fasilitas utang baru senilai 2,4 miliar dolar Australia untuk mengakuisisi perusahaan perangkat lunak E2open.

>>> Penderitaan Dr. Hussam Abu Safiya: Bukan Kasus Terisolasi

Platform data mencatat bahwa WiseTech tengah menjalani pembaruan tata kelola di samping ekspansinya, dengan perkiraan pertumbuhan laba tahunan sebesar 25,83 persen meskipun menghadapi kerugian finansial satu kali yang besar.