>>> Desain Bikin Candu, Facebook dan Instagram Terancam Denda Rp217 T

"Hanya demi mendapatkan banyak pengunjung online, dia melakukan ini tanpa mempedulikan konsekuensinya. Saya tidak bisa memahaminya," kata warganet lain.

Netizen lain bahkan menyarankan polisi untuk menahannya lebih lama agar tindakan dia tak dicontoh orang lain.

Ren dikenal luas di media sosial sebagai "Pelatih Terjun Payung Kakaxi".

Sebelum ini, ia juga pernah mengunggah video di media sosial ketika terjun payung dari puncak gedung apartemen pada Mei 2024.

Menurut polisi, identitas Ren tidak asli karena ia tidak memiliki lisensi kepelatihan.

Para influencer di China banyak melakukan aktivitas di luar batas, bahkan hingga mempertaruhkan nyawa mereka sendiri. Hal itu semata-mata demi mendapat perhatian secara online.

Pada Juni, seorang pria di Provinsi Zhejiang bagian timur ditangkap polisi setelah membagikan video di media sosial yang menunjukkan dirinya mengemudi di jalan tol dengan kecepatan 152 km/jam.

Kecepatan ini melebihi batas kecepatan legal di China.

Aksi kebutnya saat itu juga direkam sendiri dari balik kemudi.

Pada 2017, blogger Wu Yongning meninggal dunia akibat kelelahan fisik saat mendaki gedung setinggi 260 meter di Provinsi Hunan tengah selama sesi siaran langsung.

Wu pernah menarik perhatian luas karena aksi ekstremnya memanjat gedung-gedung tinggi tanpa pengamanan apa pun.

>>> Polda Metro dan Kejaksaan Minta Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo

Ia pernah menjelaskan bahwa ia bekerja sangat keras demi mendapat uang untuk mengobati penyakit ibunya, demikian dilansir dari South China Morning Post (SCMP).