Klarifikasi dr. Ayu dan Permintaan Maaf

Tekanan publik yang semakin membesar akhirnya memaksa dr. Ayu Kusumaningrum untuk bersuara. Melalui akun Threads dan Instagram pribadinya pada 10 Juli 2026, dr. Ayu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
 
Dalam pernyataannya, dr. Ayu mengakui kesalahannya dan menyatakan penyesalan yang mendalam. Ia menyadari bahwa komentar yang dilontarkannya didasari oleh emosi pribadi dan asumsi yang keliru, bukan berdasarkan penilaian medis yang objektif.
 
“Saya mengakui bahwa seluruh pernyataan termasuk kata-kata kasar maupun ujaran kebencian yang merendahkan penampilan perempuan lain maupun perempuan yang menjalankan perawatan kecantikan, semua ini didasari oleh asumsi dan emosi saya pribadi,” aku dr. Ayu.
 
Ia berjanji kepada Amanda Zahra, keluarga, manajemen ERHA, serta sesama perempuan untuk tidak akan mengulangi perbuatannya dan berjanji menjadi lebih bijaksana dalam bermedia sosial.
 

Sanksi Tegas ERHA: Dokter Dibebastugaskan

Merespons krisis kepercayaan ini, manajemen ERHA Group bergerak cepat. Pada Minggu (12/7/2026), ERHA merilis pernyataan resmi yang menegaskan posisi mereka dalam kasus ini. Manajemen tidak membela anggotanya yang salah, melainkan memilih untuk berdiri di sisi etika dan kenyamanan pelanggan.
 
ERHA mengakui bahwa tindakan tenaga medis tersebut telah menimbulkan keresahan dan mencederai rasa aman masyarakat. Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan tindakan korektif, manajemen mengambil langkah tegas:
 
  1. Permintaan Maaf Resmi: ERHA menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada Amanda Zahra dan keluarga serta seluruh pihak yang terluka hatinya.
  2. Komunikasi Langsung: Manajemen telah berupaya menghubungi Amanda secara pribadi untuk menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin.
  3. Pemberhentian Sementara: Terhitung sejak Jumat, 10 Juli 2026, dr. Ayu telah dibebastugaskan sementara dari seluruh kegiatan praktik di jaringan ERHA.