Selain di AS, Adidas juga mencatat pertumbuhan penjualan di pasar Eropa berdasarkan data transaksi digital.

Sementara itu, Puma juga mendapat manfaat dari Piala Dunia, meski skalanya lebih kecil, dengan peningkatan penjualan lebih banyak terjadi di AS.

Temuan serupa diungkap Telsey Advisory Group (TAG) melalui pemantauan langsung di gerai ritel.

>>> Alasan Remaja Rawan Kecelakaan saat Berkendara, Bukan soal Bisa Nyetir

Menurut analis TAG, Cristina Fernández, Adidas yang bulan lalu membuka toko terbesarnya di Indonesia menawarkan koleksi Piala Dunia lebih lengkap, mulai dari bola, sepatu, aksesori, hingga jersey.

"Secara keseluruhan, Adidas menjadi merek yang paling berhasil memanfaatkan penjualan merchandise Piala Dunia hingga saat ini. Namun, produk Nike juga menunjukkan penjualan yang kuat," kata Fernández.

Ia menambahkan, Nike telah menjual kit tim nasional sekitar 2,5 kali lebih banyak dibanding periode yang sama pada Piala Dunia 2022.

Pertumbuhan tersebut didukung performa tim-tim yang menggunakan perlengkapan Nike dan masih bertahan dalam kompetisi.

Di gerai flagship Adidas di Fifth Avenue, New York, area Piala Dunia menjadi pusat perhatian dengan koleksi jersey, sepatu, sandal, bola, dan aksesori untuk pria, wanita, dan anak-anak.

Sebagian besar produk dijual dengan harga normal tanpa potongan.

Sementara itu, toko Nike di lokasi yang sama juga menampilkan jersey Piala Dunia di area depan.

Menurut Fernández, layanan kustomisasi jersey menjadi salah satu area dengan pengunjung paling ramai.

Secara umum, TAG menemukan promosi di gerai Adidas dan Nike relatif terbatas. Diskon yang lebih besar justru terlihat di jaringan peritel seperti Dick's Sporting Goods dan Foot Locker.

Tren Setelah Piala Dunia