Mereka menuding jurnalis Daily Mail dan Mail on Sunday meretas telepon, menyadap telepon rumah, dan memasang alat penyadap di rumah dan mobil.

Penerbit Associated Newspapers yang menaungi Daily Mail dan sejumlah media lain membantah klaim tersebut.

Hakim Nicklin mencatat bahwa para penggugat "terbuka untuk kritik" atas cara beberapa bagian kasus diajukan, khususnya tuduhan berbohong selama Penyelidikan Leveson.

"Tuduhan itu sangat serius. Namun...

tidak secara konsisten didasarkan pada pernyataan yang diidentifikasi yang diajukan kepada saksi yang relevan sebagai kebohongan yang disengaja," tulis Hakim Nicklin.

Kasus ini merupakan yang terbaru dalam perjuangan panjang Pangeran Harry melawan pers.

>>> Promo Superindo 13-16 Juli 2026: Diskon Minyak, Ikan, Daging, dan Kebutuhan Harian

Sebelumnya, ia menggugat Mirror Group Newspapers dan News Group Newspapers, serta menggugat Associated Newspapers atas pencemaran nama baik pada 2022.