Hampir 2 Juta Warga China Timur Dievakuasi Akibat Topan Bavi
Bavi Juga Hantam Negara Asia Lainnya
Sebelum mencapai daratan China, Bavi lebih dahulu menerjang wilayah utara Taiwan dan kepulauan barat daya Jepang. Badai menumbangkan pepohonan serta menyebabkan puluhan ribu rumah mengalami pemadaman listrik.
>>> Prabowo Turunkan Bunga Super Mikro Kredit KDMP Jadi 8 Persen
Cuaca ekstrem sebelumnya juga telah melanda wilayah selatan dan tengah China sepanjang pekan lalu. Badai menyebabkan sedikitnya 39 orang tewas, puluhan sungai meluap, dan sebuah waduk jebol.
Di Beijing, hujan deras memaksa lebih dari 100 ribu orang mengungsi. Pemerintah juga meningkatkan pelepasan air dari Waduk Miyun untuk mengantisipasi banjir.
Media pemerintah melaporkan lebih dari 130 ribu warga dievakuasi di Fujian, sedangkan sekitar 34 ribu orang dipindahkan dari wilayah pesisir dan daerah berisiko tinggi di Shanghai.
Bavi telah menurunkan statusnya dari supertopan menjadi topan saat bergerak melintasi Samudra Pasifik setelah menghantam Guam dan Kepulauan Mariana Utara pada Senin (6/7).
Di Filipina, jumlah korban tewas akibat tanah longsor dan insiden lain yang dipicu hujan lebat karena Bavi meningkat menjadi 18 orang, sebagian besar berada di Pulau Mindanao.
Hampir 11 ribu warga Filipina mengungsi, sedangkan puluhan pelabuhan masih ditutup dan 313 kapal berlindung dari badai.
Di Taiwan, lebih dari 14 ribu orang dievakuasi, ratusan penerbangan dibatalkan, dan lebih dari 170 ribu rumah tangga mengalami pemadaman listrik.
Administrasi Cuaca Pusat Taiwan memperingatkan potensi hujan sangat lebat di wilayah utara serta gelombang hingga 10 meter di sepanjang pesisir.
Di sisi lain, ribuan rumah dan fasilitas di Okinawa, Jepang, juga mengalami pemadaman listrik akibat topan tersebut.
Layanan Kelautan Copernicus Uni Eropa sebelumnya melaporkan suhu rata-rata permukaan laut pada Juni menjadi yang tertinggi dalam sejarah pencatatan.
Laut yang lebih hangat dapat memperkuat badai tropis dan meningkatkan kandungan uap air yang memicu hujan lebat.
>>> Mebius Dust Rilis Trailer Kedua Usai Tayang Perdana
Selain itu, fenomena El Nino yang kembali terjadi tahun ini turut meningkatkan suhu permukaan Samudra Pasifik dan berpotensi memperkuat pembentukan badai tropis.
Update Terbaru
Rusia Kirim MiG-31BM ke Arktik, Kecepatan Mach 2.83 Bikin NATO Waspada
Minggu / 12-07-2026, 18:14 WIB
Promo Tangga Lipat Jadi Rp1 Jutaan di Transmart Full Day Sale
Minggu / 12-07-2026, 18:11 WIB
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Naik ke Peringkat Enam Usai Salip Hakim Danish di Jerman
Minggu / 12-07-2026, 18:07 WIB
Tri Tito: Kolaborasi Pemda dan TP PKK Kunci Percepatan Program Prioritas
Minggu / 12-07-2026, 18:07 WIB
Menara Komunikasi Iran di Kerman Jadi Sasaran Serangan AS
Minggu / 12-07-2026, 18:07 WIB
Prabowo Perintahkan Barang Subsidi Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih
Minggu / 12-07-2026, 18:07 WIB
Prabowo Peringatkan Koruptor: Hentikan Praktik, Kembalikan Uang Negara
Minggu / 12-07-2026, 18:07 WIB
Tuchel Murka Ditanya Mentalitas Inggris usai Singkirkan Norwegia
Minggu / 12-07-2026, 18:07 WIB
Media Iran Publikasikan Daftar Tokoh Target Balas Dendam
Minggu / 12-07-2026, 18:07 WIB
Ketangguhan ARMY Jadi Kekuatan Terbesar Penggemar BTS Menurut Akademisi
Minggu / 12-07-2026, 18:07 WIB
Scaloni Akui Argentina Beruntung karena Swiss Dapat Kartu Merah
Minggu / 12-07-2026, 18:06 WIB
Link Live Streaming MotoGP Jerman 2026: Duel Marc vs Alex Marquez
Minggu / 12-07-2026, 18:06 WIB
Hasil Moto2 Jerman 2026: Mario Aji Crash, Ivan Ortola Juara
Minggu / 12-07-2026, 18:03 WIB
20 Anime Shojo Terbaik Tahun 2020-an, Peringkat Terbaru
Minggu / 12-07-2026, 18:03 WIB







