Perkebunan kopi di kawasan ini banyak berdampingan dengan tanaman jeruk sehingga menghasilkan aroma citrus alami yang menjadi ciri khasnya.

Karakter tersebut membuat Kintamani sering direkomendasikan untuk metode seduh V60 atau pour over.

Jika Anda senang mengeksplorasi berbagai lapisan rasa dalam satu cangkir, Kopi Toraja menjadi salah satu pilihan terbaik.

Kopi asal Sulawesi Selatan ini menawarkan kombinasi rasa earthy, kacang, cokelat, dan sedikit manis pada akhir seduhan. Karakternya membuat Toraja banyak digunakan sebagai kopi specialty.

Tidak semua kopi identik dengan rasa pahit. Kopi Wamena dari Papua dikenal memiliki rasa manis alami dengan aroma floral yang lembut.

Karakter tersebut membuatnya cocok dinikmati tanpa tambahan gula agar cita rasa aslinya tetap terasa.

>>> INDEF: Smelter Nikel Berpotensi Defisit Bahan Baku hingga 100 Juta Ton Tahun Ini

Untuk Anda yang menyukai sensasi kopi lebih pekat, Kopi Lampung menjadi salah satu pilihan utama.

Sebagai daerah penghasil Robusta terbesar di Indonesia, Lampung menawarkan rasa pahit khas dengan body kuat sehingga sering digunakan sebagai bahan espresso maupun kopi tubruk.

Mengenal Kopi Nusantara dari Daerah Asalnya

Java Preanger dari Jawa Barat merupakan salah satu kopi Indonesia yang telah dikenal sejak masa kolonial.

Karakter rasa karamel, madu, dan cokelat membuat kopi ini sering dipilih oleh pemula karena terasa seimbang dan mudah dinikmati.

Kopi Flores Bajawa berasal dari dataran tinggi Flores dan tumbuh di tanah vulkanis yang kaya mineral.

Hasil seduhannya menawarkan perpaduan rasa karamel, cokelat, dan sedikit kacang dengan body yang seimbang sehingga cocok untuk berbagai metode penyeduhan.

Berbeda dengan jenis kopi lainnya, Kopi Luwak dikenal karena proses fermentasi alami sebelum biji kopi diolah. Teksturnya cenderung lebih halus dengan tingkat keasaman yang lebih rendah.