Sentuhan Personal dan Solidaritas

Kolaborasi dengan By Her menghasilkan top-handle bag dengan gagang bambu yang terinspirasi tas ikonis. Dompet koin nenek diubah menjadi belt-bag stylish.

Eksplorasi material rumbai mengingatkan pada busana adat Papua.

Setiap kali busana rumbai muncul, sirene dalam musik pengiring berbunyi, seolah Toton bersolidaritas dengan masyarakat Papua menyusul kontroversi film dokumenter 'Pesta Babi'.

Aksesori anting dan kalung menampilkan foto kucing peliharaannya dalam figura emas. Rambut model ditata menyerupai kuping kucing.

Peragaan ditutup dengan gaun putih bernuansa bridal. Toton kini mulai menerima pesanan busana pernikahan sebagai cara bertahan di tengah ekonomi yang sulit.

Instalasi megah karya perajin ogoh-ogoh asal Bali, Gusman Surya, menambah kemegahan presentasi. Namun, permainan lighting terkadang terlalu redup sehingga busana kurang tersorot jelas.

Momen haru terjadi saat Kiara Wijaya memapah model Zarole yang kesulitan berjalan di sekuen finale. Penonton memberikan tepuk tangan apresiatif.

Reaksi setelah peragaan beragam. Ada yang memuji, namun sebagian merasa koleksi ini antiklimaks dibanding karya sebelumnya.

>>> Summarcon Bandung Luncurkan Ivora Grande, Hunian Fleksibel Mulai Rp2,4 Miliar

Meski begitu, keberanian Toton menyuarakan isi hati lewat karya patut diapresiasi.