Nagita turut menjelaskan rencana membawa RANS melantai di Bursa Efek Indonesia sebenarnya telah disiapkan sejak 2021.

>>> Cara Efektif Manfaatkan Drone Canggih untuk Angkut Gabah di Lahan Sulit

Saat itu, RANS memperoleh investasi dari PT Indonesia Entertainment Group (IEG), anak usaha Emtek, yang menjadi salah satu langkah awal mempersiapkan perusahaan menuju IPO.

Menurut dia, selain kesiapan internal perusahaan, keputusan IPO juga didorong oleh prospek industri konten lokal, bisnis experience based event, serta sektor perdagangan yang masih memiliki peluang pertumbuhan besar.

"Dari situ kita melihat memang dua momentum ini yang bersamaan itu tidak datang dua kali. Jadi kita cukup yakin bahwa ini adalah saatnya kita untuk IPO," ujar Nagita.

Dalam kesempatan sama, Founder RANS Raffi Ahmad mengatakan transformasi perusahaan dilakukan agar RANS dapat terus berkembang tanpa bergantung pada sosok pendirinya.

Dia mengaku terinspirasi oleh Walt Disney yang berhasil membangun perusahaan berbasis kekayaan intelektual, sehingga tetap bertahan meski tidak lagi bergantung pada figur pendirinya.

"Saya terinspirasi Walt Disney. Pemiliknya namanya Walt Disney punya Disneyland.

Nah, anggap saja Walt Disney itu adalah Raffi Ahmad sama Nagita Slavina punya Disneyland, yaitu RANS," ujar Raffi.

"Disneyland itu punya Mickey Mouse, punya Rafathar. Rafathar punya FMCG dan lain-lain.

Menjadi IP, punya Rayanza, punya Cipung Land, jadi IP lagi," jelasnya.

Ia pun ingin membuktikan nama besar itu bisa berubah menjadi satu vehicle legacy yang jika dikelola secara profesional akan menjadi baik.

>>> 10 Kebiasaan Sehari-hari yang Menandakan Kecerdasan Tinggi

Raffi berharap RANS dapat terus berjalan sebagai perusahaan profesional dan menjadi warisan yang tetap hidup meski suatu saat dirinya sudah tidak lagi ada di dunia.