2028 baru yang Januari 2028 baru 20 persen," jelasnya.

Eniya menilai teknologi mesin kendaraan saat ini secara umum sudah mampu menggunakan bensin dengan kandungan etanol hingga 30 persen.

Sementara itu, pengamat otomotif Yannes Pasaribu menjelaskan mobil keluaran 2010 ke atas umumnya telah menggunakan teknologi injeksi modern dan material yang kompatibel dengan bahan bakar beretanol.

"Desainnya memang disiapkan untuk konsumsi bahan bakar beretanol hingga E10, bahkan lebih. Dengan sistem pembakaran yang kompatibel, performa mesin meningkat dan emisi gas buang berkurang," ujar Yannes.

Namun, ia mengingatkan kendaraan produksi sebelum 2010 berpotensi mengalami masalah apabila menggunakan campuran etanol dengan kadar tinggi.

"Pada kendaraan berteknologi lama umumnya produksi sebelum 2010, materialnya belum comply etanol dalam persentase lebih dari 5 persen (E5), terutama pada bahan-bahan karet yang dipakai pada saluran BBM-nya.

Akibatnya, penutup dan pipa karetnya dapat cepat getas dan bisa menyebabkan kebocoran bahan bakar," katanya.

Sejumlah pabrikan otomotif juga telah memberikan panduan mengenai penggunaan bensin campuran etanol.

Dalam buku manual Toyota Avanza, misalnya, penggunaan bensin dengan kandungan etanol masih diperbolehkan selama tidak melebihi 10 persen.

"Toyota membolehkan penggunaan bahan bakar campuran ethanol dengan kandungan hingga 10%.

>>> Viral Sedot Lemak Sendiri Rp 1,7 Juta, Dokter Peringatkan Bahayanya

Pastikan bahwa campuran bahan bakar dengan ethanol yang digunakan memiliki angka oktan sesuai dengan di atas," demikian keterangan dalam buku panduan kendaraan tersebut.