Dari sisi perdagangan internasional, ekspor sektor IKFT sepanjang Januari-Maret 2026 mencapai USD 13,23 miliar.

Angka ini naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD 12,77 miliar.

Kontributor terbesar berasal dari subsektor industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia dengan nilai ekspor USD 5,97 miliar.

Sementara itu, realisasi investasi sektor IKFT pada kuartal pertama 2026 mencapai Rp47,20 triliun, meningkat dari Rp45,57 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Jenderal IKFT Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier, menilai capaian tersebut menunjukkan daya saing industri kimia Indonesia yang terus meningkat.

"INNOPROM 2026 menjadi platform yang tepat untuk mempertemukan kemampuan industri kimia Indonesia dengan kebutuhan pasar Eurasia.

>>> Bocoran Demokrat: Skema Pilpres 2029 Sudah Tentukan Pemenang Sebelum Coblosan

Kami ingin membuka lebih banyak peluang investasi, memperkuat rantai pasok, sekaligus mendorong kerja sama industri yang berkelanjutan," katanya.