Australia dan Fiji Tandatangani Pakta Pertahanan Bersejarah
Rabuka menegaskan bahwa kesepakatan bilateral yang baru ditandatangani tidak akan mengganggu hubungan yang ada dengan China.
"Ini tidak mengancam hubungan Fiji dengan China maupun hubungan Australia dengan China," ujarnya.
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, yang hadir di Fiji untuk penandatanganan, mencatat bahwa Beijing telah memberi tahu Canberra sebelumnya tentang peluncuran rudal tersebut.
>>> Trump Pecat Komisioner Komisi Bantuan Pemilu AS Jelang Pemilu Paruh Waktu
Namun, ia menilai ekspansi militer cepat China kurang transparan.
"Saya serahkan kepada China untuk berbicara tentang niatnya," kata Wong.
Wong menyatakan bahwa Australia telah menyampaikan kekhawatiran stabilitas regionalnya langsung kepada pejabat China sebelum peluncuran terjadi.
"Australia telah jelas kepada China bahwa kami menganggap ini sebagai tindakan yang mengganggu stabilitas kawasan," ujar Wong.
Wong menegaskan sikap Australia terhadap aktivitas militer China di Pasifik.
"Australia telah jelas bahwa uji coba yang diusulkan ini terjadi dalam konteks pembangunan militer cepat oleh China yang kurang transparan dan jaminan mengenai niat yang diharapkan kawasan," katanya.
Menanggapi hal itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning membela uji coba tersebut sebagai latihan militer rutin yang tidak ditargetkan.
Ia mendesak negara-negara luar untuk menghormati kedaulatan negara-negara kepulauan Pasifik.
"Kami berharap negara-negara terkait akan menghindari interpretasi berlebihan," kata Mao.
Mao menyatakan bahwa kerja sama regional China didasarkan pada rasa saling menghormati dan tidak mencari kepentingan politik sendiri.
"Kami berharap negara-negara terkait benar-benar menghormati kemerdekaan dan otonomi negara-negara kepulauan, fokus pada pembangunan ekonomi dan sosial berkelanjutan mereka, dan tidak menargetkan atau merugikan kepentingan pihak ketiga," ujarnya.
Setelah kesepakatan tersebut, Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon mengumumkan pada Kamis bahwa pemerintahnya akan membahas kemungkinan bergabung dengan Ocean of Peace Alliance.
Keputusan akhir akan diambil oleh Kabinet dan parlemen.
>>> Reds Atur Rotasi agar Chase Burns Tersedia di MLB All-Star 2026
"Kami sudah bekerja sama dengan kedua negara untuk mengembangkan kawasan yang lebih aman bagi semua, jadi terlibat dengan mereka dalam aliansi ini adalah hal yang logis," kata Luxon.
Update Terbaru
Istana: Prabowo Sudah Ingatkan Berbenah Sebelum Tindakan Hukum
Jumat / 10-07-2026, 11:07 WIB
Industri Kimia Nasional Tancap Gas Bidik Pasar Eurasia
Jumat / 10-07-2026, 11:07 WIB
OJK Tegaskan Penagihan Lewat Pihak Ketiga Wajib Patuhi POJK Pelindungan Konsumen
Jumat / 10-07-2026, 11:07 WIB
Bocoran Demokrat: Skema Pilpres 2029 Sudah Tentukan Pemenang Sebelum Coblosan
Jumat / 10-07-2026, 11:04 WIB
Redmi Note 17 Resmi: Layar OLED 7 Inci dan Baterai 8000mAh
Jumat / 10-07-2026, 11:04 WIB
BSNL Luncurkan Telepon Satelit untuk Komunikasi di Area Tanpa Sinyal
Jumat / 10-07-2026, 11:04 WIB
Khutbah Jumat 17 Juli 2026: Mengakhiri Muharram dan Meluruskan Mitos Bulan Safar, Lengkap dengan Teks serta Amalannya
Jumat / 10-07-2026, 11:03 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 11 - 12 Juli 2026
Jumat / 10-07-2026, 10:57 WIB
Belum Setahun, Browser Atlas Milik OpenAI Resmi Ditutup
Jumat / 10-07-2026, 10:54 WIB
Rachmat Gobel Sakit Apa? Benarkah Serangan Jantung? Berikut Kronologi Kematian Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem
Jumat / 10-07-2026, 10:53 WIB







