Perdana Menteri India Narendra Modi berhasil membawa pulang kesepakatan pasokan uranium setelah kunjungan kenegaraan ke Australia pada Kamis (9/7).

Kesepakatan ini ditandatangani dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.

>>> Fitur 'Super Sensing' Ray-Ban Meta Makin Perparah Masalah Privasi

"Kami telah menandatangani perjanjian penting hari ini tentang energi nuklir," kata Modi.

"Ini akan membuka jalan bagi pasokan uranium dari Australia ke India, dan memberikan momentum baru bagi tujuan energi bersih kami," imbuhnya.

Australia merupakan negara dengan cadangan uranium terbesar di dunia, sekitar 28 persen atau setara dengan 1,68 juta metrik ton.

Dalam pernyataan bersama, India dan Australia menyatakan kerja sama ini memungkinkan ekspor uranium jangka panjang untuk tujuan damai semata.

>>> San Diego Setujui Penggunaan Robot Taktis TAC-CAT untuk Kepolisian

Ekspor uranium akan berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional.

Perjanjian kerja sama nuklir antara India dan Australia sebenarnya telah ditandatangani sejak 2015, yang membuka jalan bagi ekspor uranium.

Selain uranium, Modi dan Albanese juga sepakat memperkuat kerja sama pertahanan dan rantai pasokan untuk mineral penting.

>>> Kebijakan Baru: Polisi Greensboro Wajib Bawa TASER di Sisi Berlawanan dari Senjata Api

Kedua negara akan membangun terminal pelacakan ruang angkasa sementara di Kepulauan Cocos Keeling Australia di Samudra Hindia.