Keputusan Sony untuk menghentikan produksi cakram fisik game PlayStation pada 2028 menuai protes dari berbagai kalangan, termasuk studio indie dan triple-A.

Namun, seorang analis memperingatkan bahwa publik tidak boleh berharap Sony akan membatalkan keputusan ini.

>>> Pengacara Minta Evaluasi Kompetensi Tersangka Kasus Ohio House of Horrors

Dr Serkan Toto, CEO Kantan Games, mengatakan kepada IGN bahwa Sony sudah memperkirakan reaksi negatif dan akan menunggu hingga protes mereda.

"Saya bersimpati pada penggemar media fisik, tetapi Sony tidak akan membalikkan keputusan ini. Mereka tahu seperti apa reaksi online, dan mereka sekarang menunggu badai ini berlalu," ujar Toto.

Toto memaparkan perhitungan bisnis di balik keputusan tersebut.

Sony memiliki lebih dari 120 juta pengguna aktif PlayStation, dan sekitar 50 juta di antaranya berlangganan PlayStation Plus.

"Sebagai eksperimen, katakanlah 500.000 orang membatalkan langganan sebagai protes. Itu hanya 1% dari bisnis itu hilang.

>>> AMC Siapkan Lebih Banyak Spinoff The Walking Dead, Diskusi dengan Norman Reedus Berlanjut

Tentu tidak cukup bagi Sony untuk mulai berpikir ulang. Digital terlalu menguntungkan," jelasnya.

Banyak pemain PlayStation reguler telah beralih ke perpustakaan non-fisik sepenuhnya, didukung oleh pilihan game yang kuat di PlayStation Plus.

Pergeseran ini tidak akan mengubah cara mereka memperoleh atau memainkan game, dan diperlukan pembatalan langganan dalam jumlah besar agar protes berarti bagi Sony.

Sony telah mulai mengalihkan pabrik pembuatan cakram ke industri lain, sehingga setidaknya beberapa pekerjaan terlindungi.

>>> Membangun Koleksi Donkey Kong Terlengkap: Semua Game dan Harga Rata-rata

Masa depan PlayStation tanpa cakram disebut dapat "sangat memengaruhi" pendekatan Xbox dan Nintendo terhadap game fisik, menurut mantan bos Sony.