Amran Klaim Metode Tanam Modern Tingkatkan Pendapatan Petani hingga Rp16 Juta
Ini yang kita kejar," katanya.
>>> PHE OSES Mulai CEOR Offshore Pertama di Indonesia di Lapangan Rama
Selain meningkatkan produksi, metode tersebut dinilai menjadi salah satu cara untuk mendongkrak kesejahteraan petani.
"Transformasi pertanian modern besar-besaran itu dilakukan dengan memperhatikan kesejahteraan petani. Kalau petani sejahtera pasti mereka berlomba-lomba tanam, dan itu menguntungkan," ujarnya.
Metode PM-AAS Bukan Varietas Baru
Amran menjelaskan PM-AAS bukan merupakan varietas benih baru, melainkan metode budidaya yang menggabungkan sistem tanam jajar legowo dengan teknik budidaya yang dikembangkan berdasarkan hasil pembelajaran dari berbagai negara.
"Enggak, cuma metodenya. Metode gabungan antara arkansas dengan metode jajar legowo," katanya.
Metode tersebut meningkatkan populasi tanaman dari sekitar 320 ribu-360 ribu batang menjadi sekitar satu juta batang per hektare, sehingga potensi hasil panen ikut meningkat.
Biaya produksi memang bertambah dari sekitar Rp13 juta menjadi Rp15 juta per hektare. Namun, peningkatan hasil panen membuat keuntungan petani naik jauh lebih besar.
"Dulu untungnya Rp5 juta, sekarang bisa Rp16 juta," ujarnya.
Metode ini juga dinilai dapat mengurangi kebutuhan tenaga kerja karena proses persemaian dan pindah tanam diganti dengan sistem direct seeding atau tanam langsung.
"Yang dulunya semai dulu, cabut, baru tanam kembali. Sekarang langsung direct seeding," kata Amran.
Kementerian Pertanian mengembangkan PM-AAS selama dua tahun terakhir melalui proyek percontohan di sejumlah daerah, seperti Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, Sukamandi, hingga Merauke.
Metode tersebut mengombinasikan sistem tanam jajar legowo, penggunaan varietas unggul, mekanisasi, digitalisasi pertanian, pengelolaan hara berimbang, hingga pemanfaatan drone untuk pemupukan dan pengendalian hama.
Berdasarkan hasil uji coba, produktivitas padi dengan metode PM-AAS mampu mencapai sekitar 8 ton hingga 10,4 ton per hektare, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sekitar 5,2 ton per hektare.
>>> Polisi Texas Setinggi 2,2 Meter Resmi Bertugas
Kementan menyatakan penerapan metode ini akan diperluas secara bertahap ke berbagai provinsi dengan penyesuaian terhadap karakteristik lahan di masing-masing daerah.
Update Terbaru
Sinopsis Line of Duty di Bioskop Trans TV Hari Ini
Kamis / 09-07-2026, 17:45 WIB
BAIC T1 Hatchback Listrik Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp300 Jutaan
Kamis / 09-07-2026, 17:45 WIB
OpenAI Rilis GPT Live, AI Bisa Ngobrol Layaknya Manusia
Kamis / 09-07-2026, 17:44 WIB
Drakor My Idol, My Debut Dibintangi Deretan Idol K-Pop, Simak Daftar Pemerannya
Kamis / 09-07-2026, 17:23 WIB
Mantan Direktur Marathon dan Destiny 2 Capai Kesepakatan dengan Bungie dan Sony
Kamis / 09-07-2026, 17:22 WIB
Obsidian Sempat Kembangkan Fallout RPG Baru Sebelum Dihentikan Bethesda
Kamis / 09-07-2026, 17:22 WIB
Kadokawa CEO Takeshi Natsuno Tetap Jabat Direktur Usai RUPS
Kamis / 09-07-2026, 17:22 WIB
Film Live-Action The Samurai and the Prisoner Turun ke #4, Sgt. Frog Baru ke #10
Kamis / 09-07-2026, 17:21 WIB
Arus Keluar ETF Bitcoin Spot AS Capai USD85 Juta
Kamis / 09-07-2026, 17:21 WIB
Pengemudi Lawan Arah Alami Luka Berat di Kecelakaan Yolo County
Kamis / 09-07-2026, 17:21 WIB
Suku Bunga KPR AS Mendekati Tertinggi 10 Bulan Akibat Ketegangan Timur Tengah
Kamis / 09-07-2026, 17:21 WIB
Harga Minyak Stabil Setelah Melonjak Akibat Serangan AS ke Iran
Kamis / 09-07-2026, 17:19 WIB
Ahli Kaitkan Retorika Politik dengan Gelombang Kerusuhan di Inggris
Kamis / 09-07-2026, 17:18 WIB
Costco Digugat Gara-gara Kandungan Logam Berat dalam Protein Powder
Kamis / 09-07-2026, 17:18 WIB







