Xiaomi resmi meluncurkan 17T dan 17T Pro pada Mei lalu dengan fokus pada kamera Leica dan layar OLED berdaya tinggi.

Namun, fitur yang paling berdampak pada penggunaan sehari-hari adalah teknologi baterai di balik layar.

>>> Putri Orang Terkaya Asia Isha Ambani Tampil Mewah di Paris Fashion Week dengan Tas Birkin Rp 35 M

Dengan menggunakan teknologi baterai silikon-karbon, Xiaomi berhasil menempatkan baterai 6.500 mAh pada 17T standar dan 7.000 mAh pada 17T Pro.

Kapasitas besar ini memberikan keleluasaan untuk penggunaan berat, tetapi juga membutuhkan charger yang mumpuni agar pengisian daya tidak berlangsung lama.

Memahami standar pengisian cepat bisa membingungkan, terutama ketika perusahaan mencampur teknologi proprietary dengan standar universal.

Berikut panduan praktis mengenai watt yang sebenarnya Anda butuhkan untuk Xiaomi 17T dan 17T Pro, beserta rekomendasi charger dan power bank yang andal.

Berapa Watt yang Sebenarnya Dibutuhkan?

Sebelum membeli aksesori, penting untuk mengetahui kemampuan pengisian model ponsel Anda.

Xiaomi membagi kemampuan pengisian daya antara kedua perangkat, tetapi keduanya mendukung standar PPS pihak ketiga secara luas, sehingga memudahkan pencarian charger yang kompatibel.

Untuk Xiaomi 17T, model ini mendukung HyperCharge kabel 67W dan pengisian PPS hingga 50W. Anda tidak memerlukan charger yang lebih kuat dari 65W atau 70W.

Membeli charger 100W atau 140W untuk 17T standar tidak akan mempercepat pengisian; ponsel hanya akan menarik watt maksimum yang dirancang.

Sementara itu, Xiaomi 17T Pro meningkatkan batasnya menjadi HyperCharge kabel 100W dan HyperCharge nirkabel 50W. Yang lebih penting, model ini mendukung kompatibilitas PPS 100W untuk charger pihak ketiga.

Kini Anda bisa menggunakan charger GaN standar berdaya tinggi dan tetap mendapatkan kecepatan 100W.