>>> Dokter Tifa Tak Pernah Ingin Jokowi Dihukum, Hanya Minta Keabsahan Ijazah Diuji

Menurut dia, angka volume di sisi hulu dan kebutuhan industri memiliki dasar perhitungan yang berbeda.

"Selisih antara volume pasokan dan kebutuhan tidak selalu mencerminkan kekurangan pasokan gas nasional.

Angka 472,546 BBTUD adalah volume yang dapat dialokasikan dari lapangan gas, sedangkan 633,376 BBTUD merupakan estimasi kebutuhan maksimum (peak demand) apabila industri beroperasi sesuai kapasitas terpasang.

Kedua angka itu memang tidak selalu selaras," ujarnya.

Menurut Kholid, keterjangkauan harga dan keandalan pasokan harus berjalan beriringan agar kebijakan HGBT mampu meningkatkan daya saing industri nasional.

"Kalau harga murah, tetapi volume tidak tersedia, industri akan tetap menghadapi risiko gangguan produksi. Keterjangkauan harga dan keandalan pasokan menjadi kunci implementasi HGBT," katanya.

Karena itu, DEN mendorong pemerintah mengintegrasikan perencanaan sektor hulu, midstream, dan hilir agar penetapan HGBT didasarkan pada ketersediaan pasokan yang benar-benar dapat disalurkan.

Selain itu, pemerintah juga perlu mempercepat pengembangan lapangan gas baru, memperluas infrastruktur gas, mengevaluasi kebutuhan riil industri secara berkala, serta meningkatkan transparansi data produksi, alokasi, utilisasi, dan penyaluran gas.

"HGBT penting untuk menarik investasi dan meningkatkan utilisasi serta daya saing industri, tetapi harus tetap mempertimbangkan keberlanjutan penyediaan gas dari sisi hulu.

>>> AHY: Pembangunan Infrastruktur Harus Adaptif terhadap Perubahan Iklim

Tujuan HGBT bukan sekadar menyediakan gas murah, melainkan menciptakan sistem penyediaan gas yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan daya saing industri nasional," pungkasnya.