Esti mengatakan, kerja sama tersebut mengedepankan konsep collaborative cultural heritage conservation yang mencakup pertukaran pengetahuan, digitalisasi, dokumentasi, hingga pemanfaatan teknologi pemindaian tiga dimensi dengan penginderaan laser, fotogrametri, dan kecerdasan buatan (AI).

"Dan juga kita menggunakan teknik anastilosis di dalam arkeologi, yaitu tidak akan ada perubahan dari bentuk-bentuk asli," imbuhnya.

Ia menambahkan, titik awal atau kick off proyek ini dimulai satu bulan setelah penandatanganan Letter of Intent (LoI).

Kementerian Kebudayaan melalui MCB bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) akan memimpin pelaksanaan konservasi, sementara pihak India akan mengirimkan tim dari Archaeological Survey of India (ASI).

Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, memastikan kegiatan operasional dan kunjungan wisata di Kompleks Candi Prambanan tetap berjalan selama proses pemugaran candi perwara berlangsung.

"Operasional (Candi Prambanan) tetap dijalankan seperti biasa ya, maksudnya apabila terjadi rekonstruksi untuk candi-candi perwara, kami tidak akan menutup candi secara total, tapi kan ada zonasi-zonasinya," katanya.

"Kita akan mengikuti apa yang menjadi arahan dari MCB, selaku penanggung jawab untuk zona satu gitu," kata Febrina.

Ia mengatakan, hingga saat ini lokasi pasti yang akan ditutup untuk proses pemugaran masih menunggu penyusunan gambar teknis pasca-penandatanganan nota kesepahaman kerja sama.

Meski proses pemugaran berlangsung, Febrina optimistis kunjungan wisatawan tidak akan terganggu.

>>> Final Fantasy VII Ever Crisis Resmi Tutup Layanan pada 6 Oktober

Menurut dia, pengelolaan kawasan akan menerapkan sistem zonasi seperti saat revitalisasi Candi Borobudur sehingga pekerjaan konservasi dan aktivitas wisata dapat berjalan berdampingan.