Menurut dia, kunjungan tersebut juga membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata Indonesia, khususnya di kawasan Candi Prambanan yang merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia dan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

"Ini kita memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadikan Prambanan sebagai spiritual also cultural heritage tourism," ujarnya.

Maya mengatakan InJourney melalui anak usahanya, InJourney Destination, berupaya mengembangkan destinasi wisata sekaligus menjalankan peran sebagai agen pembangunan nasional melalui sektor aviasi dan pariwisata.

Ia menambahkan, pengembangan destinasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sehingga memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat di sekitar kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta, maupun Jawa Tengah.

"At the end of the day juga nation branding.

Hari ini kita lihat berapa banyak berapa juta pasang mata yang melihat event hari ini oleh PM Modi dan Pak Presiden ya," ucap Maya.

>>> Rekrutmen SKK Migas 2026 Dibuka, Ini Daftar Formasi dan Syaratnya

Bantuan India dan Teknik Konservasi

Kepala MCB, Indira Estiyanti Nurjadin, mengatakan kerja sama konservasi tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen yang telah disampaikan Pemerintah India sejak awal tahun ini.

Menurut dia, bantuan dari Pemerintah India bukan hanya berupa dukungan pendanaan, tetapi juga kolaborasi dalam pelaksanaan konservasi.

Ia menjelaskan, India akan membantu pemugaran sekitar seperempat dari total candi perwara, yakni sekitar 54 candi yang berada di sisi timur laut kompleks Candi Prambanan.

"Jadi, baru seperempatnya saja yang dibantu.

Dan oleh karena itu, tadi Pak Prabowo juga sudah menyatakan gitu, bahwa kita dengan adanya kerja sama konservasi ini, Indonesia akan juga turun bersama-sama gitu ya," lanjutnya.