"Saya sering membicarakannya karena kehidupan seorang presiden sangat berbahaya," kata Trump. Ia memperluas pernyataannya mengenai statusnya di hadapan musuh asing.

"Saya nomor satu dalam daftar target pembunuhan Iran," ujarnya.

Pertanyaan lanjutan segera meminta klarifikasi soal pergantian pesawat. "Tapi mengapa Anda tidak terbang dengan pesawat baru?"

tanya reporter lain. Trump menjawab dengan mengulangi bahwa jet Boeing 747 baru itu dialihkan untuk tujuan pameran.

"Pesawat itu terbang ke Eropa ke salah satu pangkalan besar, dua atau tiga pangkalan besar, di mana kami bisa menunjukkannya kepada orang-orang, dan kami akan pulang dengan cara normal, tetapi kami mengirimnya ke Eropa, ke beberapa pangkalan, sebenarnya satu pangkalan tertentu, tapi akan pergi ke beberapa pangkalan agar tentara bisa melihatnya karena benar-benar megah," jelas Trump.

Pemerintahan Trump menghadapi sorotan tahun lalu setelah menerima pesawat dari pemerintah Qatar, yang memicu kekhawatiran Kongres tentang konflik kepentingan dan keamanan teknis.

Trump terus menekankan tingkat ancaman saat berbicara dengan wartawan pada Rabu.

"Mereka ingin menyingkirkan pemimpin AS, saya, saya ada di setiap daftar," kata Trump. Ia mengakhiri pernyataannya dengan merenungkan situasinya.

"Saya ada di setiap daftar mereka, dan sejauh ini saya rasa saya sedikit beruntung, tapi itu mungkin tidak bertahan lama, karena begitulah adanya," tambahnya.

>>> Daftar HP Snapdragon 8 Gen 4 Terbaru Juli 2026, Harga Mulai Rp5 Jutaan

Ketegangan diplomatik ini bertepatan dengan pernyataan Trump mengakhiri gencatan senjata dengan Iran setelah tiba di Turki, menyusul serangan udara Komando Pusat AS terhadap lebih dari 80 target Iran dan sanksi energi baru.