Dakota Mortensen mengklaim Taylor Frankie Paul menyebut tangisan putra mereka, Ever, yang memanggil namanya sebagai 'menyebalkan' dalam sebuah pesan teks pribadi.

Klaim itu muncul dalam dokumen pengadilan terbaru yang diajukan tim kuasa hukum Dakota, seperti dikutip TMZ.

>>> Conor McGregor Klaim Diri Petarung Terhebat Kelas Bulu UFC

Dalam dokumen tersebut, tim Dakota mengajukan mosi untuk membatalkan kesepakatan sebelumnya menjelang sidang Rabu lalu.

Mereka melampirkan puluhan ekshibisi yang berisi percakapan teks antara kedua mantan pasangan itu.

Menurut judul ekshibisi, Dakota menuduh Taylor menyebut tangisan Ever 'menyebalkan', mengakui Dakota 'tidak pantas mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga', berencana menyabotase Dakota, dan mengejek kekhawatiran keselamatannya.

Ekshibisi lain disebut menunjukkan Taylor meminta Dakota untuk menghina dua orang tak dikenal, memancingnya dalam beberapa percakapan, mengaku mengalami disosiasi, memprovokasi soal masalah medis sebelum menyerangnya, mengirim puluhan pesan tak berbalas antara tengah malam dan pukul 04.00, mengirim pesan intim tentang tato bibir Dakota, dan berubah dari gairah menjadi kemarahan dalam teksnya.

Dalam pengajuan sebelumnya, Taylor menggambarkan Dakota terobsesi padanya dan menunjuk tato bibir sebagai bukti.

>>> Cleveland dan Miami Bersaing untuk LeBron James

Selain ekshibisi, tim Dakota juga menyerahkan pernyataan dua saksi yang mendukung mosi tersebut, meski isinya belum diketahui.

Sumber dekat Taylor mengatakan kepada TMZ bahwa pihak lawan terus melancarkan kampanye disinformasi terhadapnya, memelintir fakta dan mengambilnya di luar konteks.

Mereka menyebut Taylor menantikan penyelesaian masalah ini melalui jalur yang tepat di pengadilan.

Pengajuan terbaru ini muncul beberapa pekan setelah Dakota menuduh Taylor melanggar perintah perlindungan dengan mencoba mengatur kunjungan tambahan bersama Ever saat ia berada di rehabilitasi.

>>> Warner Bros Rilis Trailer Dune: Part Three, Akhir Trilogi Fiksi Ilmiah

Kubu Taylor membantah kesalahan tersebut, mengatakan ia menjalani perawatan atas rekomendasi dokter dan mengklaim Dakota menggunakan aparat penegak hukum serta pengadilan untuk melecehkan dan mengintimidasinya.