Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan mengatakan sejak ditetapkan sebagai pusat rumah ibadah umat Hindu Indonesia dan dunia pada 2022, kawasan ini tidak dipandang semata sebagai objek wisata atau situs arkeologi.

Menurutnya, kawasan ini juga sebagai ruang diplomasi budaya, spiritualitas, pendidikan, serta kerja sama internasional yang mempertemukan berbagai negara dalam semangat pelestarian warisan dunia.

India merupakan salah satu pasar potensial bagi pariwisata Indonesia.

Data kunjungan wisatawan mancanegara ke Kawasan Candi Prambanan menunjukkan wisatawan asal India mencapai rata-rata hampir 4.000 per tahunnya.

Hal ini menunjukkan masih terbukanya peluang pertumbuhan pasar tersebut melalui penguatan promosi dan kerja sama bilateral.

"Momentum kunjungan Perdana Menteri India diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan minat wisatawan India untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya ke Candi Prambanan.

Kami berharap percepatan pemugaran kawasan Prambanan semakin memperkuat daya tarik destinasi ini di mata dunia, khususnya bagi wisatawan asal India yang memiliki kedekatan historis dan kultural dengan kawasan ini," jelasnya.

Sebagai salah satu ikon pariwisata nasional, Candi Prambanan setiap tahunnya menarik sekitar 2,4 juta kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, menjadikannya salah satu destinasi heritage paling diminati di Indonesia.

Tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa Prambanan bukan hanya aset budaya, namun juga aset strategis dalam memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

>>> Trump Perintahkan Menkeu AS Hentikan Perdagangan dengan Spanyol

Melalui kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong quality tourism, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta memperluas kerja sama di bidang pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif.