Jejak hubungan ini tercermin nyata pada Candi Prambanan, kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia sekaligus salah satu mahakarya arsitektur Hindu Siwa terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-9 pada masa Kerajaan Mataram Kuno dan telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1991.

Dampak bagi Pariwisata dan Ekonomi

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menuturkan bahwa kolaborasi ini menunjukkan bagaimana warisan budaya dapat menjadi medium yang efektif untuk memperkuat hubungan antarbangsa sekaligus menciptakan manfaat yang lebih luas bagi sektor pariwisata Indonesia.

"Momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nation branding Indonesia sebagai destinasi budaya kelas dunia yang mampu mengelola warisan budaya secara berkelanjutan melalui kemitraan internasional," kata Maya.

Ia optimistis kolaborasi tersebut akan memperkuat daya tarik Indonesia, terutama di pasar India yang memiliki populasi sekitar 1,4 miliar jiwa.

Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan berkualitas diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

>>> Kemnaker Prediksi Pendaftar Magang Hub Angkatan 2 Tembus 600 Ribu

"Pada akhirnya, pelestarian warisan budaya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui terciptanya lapangan kerja, tumbuhnya UMKM dan ekonomi kreatif, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi," katanya.

Sementara itu, Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Esti Nurjadin, selaku pemilik aset Kompleks Candi Prambanan menegaskan bahwa kolaborasi konservasi yang dilakukan Indonesia dan India ini akan dilakukan dengan menjaga nilai yang membuat Prambanan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

"Seluruh pekerjaan akan mengedepankan keaslian, keutuhan, dan pendekatan ilmiah.

Selain itu keberhasilan kerja sama ini tidak hanya diukur dari jumlah perwara yang dikonservasi tapi juga peningkatan kapasitas konservator Indonesia, berkembangnya praktik konservasi berbasis ilmu pengetahuan, dan terjaganya nilai warisan dunia Prambanan," tutur Esti.