Piala Dunia 2026 Untungkan FIFA, Tuan Rumah AS Justru Tekor Rp4,5 T
Kerugian ini dipicu perubahan model bisnis FIFA.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, FIFA mengelola langsung turnamen tanpa komite penyelenggara lokal.
>>> Satgas Cartenz Identifikasi 7 Pelaku Pembakaran Pesawat AMA
Organisasi itu menguasai hampir seluruh sumber pendapatan, mulai dari hak siar, sponsor, penjualan tiket, paket hospitality, hingga merchandise.
Sementara itu, pemerintah kota dan negara bagian menanggung biaya keamanan, transportasi, renovasi stadion, administrasi, dan penyelenggaraan kawasan fan zone.
Ekonom olahraga dari Smith College, Andrew Zimbalist, menilai skema tersebut membuat kota penyelenggara berada pada posisi tidak menguntungkan.
"Ada biaya yang sangat besar bagi kota-kota tuan rumah yang menggelar 4-8 pertandingan.
Menurut saya, tidak ada satu pun dari mereka yang benar-benar memperoleh keuntungan ekonomi dari Piala Dunia karena mereka tidak mendapatkan pendapatannya, tetapi justru menanggung biayanya," katanya.
Kritik serupa disampaikan ekonom olahraga Victor Matheson dari College of the Holy Cross.
Menurut dia, sebagian besar uang yang dibelanjakan penonton untuk tiket langsung masuk ke kantong FIFA, tidak berputar di ekonomi lokal.
Matheson juga menilai banyak proyeksi dampak ekonomi terlalu optimistis. Wisatawan Piala Dunia sering kali hanya menggantikan wisatawan reguler, sehingga tambahan aktivitas ekonomi tidak sebesar yang digaungkan.
Optimisme terhadap lonjakan wisatawan mulai dipertanyakan.
Survei American Hotel and Lodging Association menunjukkan sekitar 80 persen hotel di 11 kota tuan rumah melaporkan tingkat pemesanan kamar masih di bawah proyeksi awal.
Hambatan visa dan ketidakpastian geopolitik menjadi penyebabnya.
Temuan itu sejalan dengan penelitian University of Toronto yang menunjukkan 12 dari 14 edisi Piala Dunia terakhir justru menghasilkan kerugian ekonomi bersih bagi wilayah penyelenggara.
>>> Meetion Mega V1: Mouse Gaming 8.000Hz dengan 12 Tombol MMO dan Bantalan Jari Kelingking
Manfaat ekonomi ajang olahraga besar kerap lebih kecil dari proyeksi karena sebagian besar pendapatan mengalir ke penyelenggara, sementara biaya ditanggung pemerintah daerah.
Update Terbaru
Harga Minyak Lompat 5% usai Trump Akhiri Gencatan Senjata AS-Iran
Rabu / 08-07-2026, 20:14 WIB
Komisi I DPRD Jabar Serahkan Rekomendasi Kajian Nama Tatar Sunda ke Pemprov
Rabu / 08-07-2026, 20:14 WIB
Magnesium Bantu Atasi Susah Tidur? Ini Kata Studi
Rabu / 08-07-2026, 20:14 WIB
PM India Modi Terharu Berdoa di Prambanan: Momen Paling Berkesan
Rabu / 08-07-2026, 20:14 WIB
Waspada Modus Sebar Link Penipuan Pemutihan Pajak Kendaraan
Rabu / 08-07-2026, 20:14 WIB
Ketum Tim Pembina Posyandu Dorong Transformasi Melalui 6 Bidang SPM
Rabu / 08-07-2026, 20:13 WIB
Mesir Minta Wasit Letexier dan Timnya Didepak dari Piala Dunia
Rabu / 08-07-2026, 20:13 WIB
Menteri Dody Batal ke AS, Pilih Tinjau Jembatan Enang-Enang di Aceh
Rabu / 08-07-2026, 20:13 WIB
Tak Kalah Mematikan, Ini Daftar 5 Jurus Dahsyat Naruto Selain Rasengan
Rabu / 08-07-2026, 20:08 WIB
Rangkaian Harlah Demokrat, AHY Bakal Safari Politik ke Semua Partai
Rabu / 08-07-2026, 20:08 WIB
Vivo Y500 dan Realme P4x Resmi Rilis, Bawa Baterai Jumbo
Rabu / 08-07-2026, 20:08 WIB
Film Avatar Aang yang Bocor Hanya Salah Satu dari Banyak Proyek, Proyek Berikutnya Akan Diumumkan Nanti
Rabu / 08-07-2026, 20:08 WIB
iKON Guncang Manila dengan Konser 'FOUREVER' dan Janji Kembali
Rabu / 08-07-2026, 20:07 WIB
BIGBANG Dikabarkan Siap Comeback Musim Panas dengan Syuting MV Baru
Rabu / 08-07-2026, 20:07 WIB







