Google News selama bertahun-tahun menjadi andalan untuk membaca berita karena kemudahannya. Namun, seiring waktu, aplikasi ini dinilai tidak lagi mampu mengikuti minat pengguna.

Feed berita menjadi tidak terduga. Kadang muncul banyak artikel tentang topik yang hanya dicari sekali, sementara pembaruan dari situs favorit jarang tampil.

>>> Iuran JHT BPJS Ketenagakerjaan per Bulan: Besaran dan Contoh Hitungan

Seorang pengguna bernama Anu Joy memutuskan mencari alternatif. Ia menemukan Inoreader, platform yang memungkinkan pengguna membangun feed berita sendiri.

Dengan Inoreader, pengguna bisa mengikuti situs web, blog, newsletter, kanal YouTube, dan kata kunci yang benar-benar diminati. Hasilnya adalah feed yang lebih relevan dan bebas dari kejutan algoritma.

Google News Unggul untuk Topik Populer

Google News bekerja optimal saat minat pengguna sejalan dengan topik yang sedang populer. Berita terkini, olahraga, politik, atau liputan teknologi arus utama biasanya tersaji dengan baik.

Mesin rekomendasi cukup pintar mempelajari klik pengguna, dan tab Following memungkinkan pelacakan topik serta publikasi. Namun, masalahnya Google News tetap menentukan apa yang layak mendapat perhatian.

Situs kecil dan blog independen sering kali nyaris tidak muncul di feed meskipun rutin menerbitkan konten.

Kadang Google News menampilkan tiga artikel hampir identik dari publikasi besar, sementara artikel mendetail dari situs niche diabaikan.

Akibatnya, banyak cerita penting yang dianggap tidak penting oleh algoritma menjadi terlewatkan.

Inoreader Memberi Kendali Penuh

Perbedaan terbesar setelah beralih ke Inoreader adalah kendali penuh atas feed. Pengguna tidak lagi bergantung pada algoritma untuk menentukan berita mana yang layak dibaca.

Langkah pertama adalah berlangganan ke situs yang paling sering dikunjungi, termasuk situs berita Android, publikasi produktivitas, dan blog pribadi yang jarang muncul di Google News.