>>> Pria Ditemukan Meninggal Tergantung di Ventilasi Toilet Pasar Basah Marakash, Polisi Selidiki Identitas Korban

Kan ada bunganya. Nah mereka enggak sanggup," ujar Fauzi.

Tenor yang lebih panjang dinilai akan membantu menjaga likuiditas perbankan, rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR), serta kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR).

Ia mengatakan Komisi XI DPR akan memanggil Menteri Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk membahas mitigasi risiko serta usulan perpanjangan tenor penempatan dana SAL.

"Kita berharap nanti kita akan panggil. Kita hanya merekomendasi supaya tenornya itu lebih panjang.

Kalau on call kan masa sebulan diambil lagi, orang bisa apa?" ujar Fauzi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal kembali mengguyur perbankan dengan dana pemerintah sebesar Rp381 triliun hingga akhir tahun ini.

Rinciannya Rp281 triliun akan langsung diberikan ke perbankan dan Rp100 triliun sebagai dana cadangan yang disimpan di Bank Indonesia (BI).

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengatakan kebijakan ini untuk memastikan likuiditas perbankan benar-benar terjaga dan sanggup menyalurkan kredit.

"Setelah dievaluasi, diambil kesimpulan bahwa dana pemerintah di perbankan akan dikembalikan lagi yang kemarin Rp281 triliun akan dikembalikan lagi Rp281 triliun dan diperpanjang hingga akhir 2026, Desember 2026," ujar Juda dalam konferensi pers di DPR RI, Senin (29/6).

>>> Profil Lauren Bennett, Penyanyi Party Rock Anthem yang Meninggal Dunia di Usia 36 Tahun

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Rp100 triliun untuk berjaga-jaga apabila likuiditas diperlukan untuk memenuhi permintaan kredit.