Microsoft kembali menghadirkan perubahan pada Windows 11 26H2.

Kali ini bukan soal tampilan atau fitur AI, melainkan mekanisme Windows Backup for Organizations yang akan aktif secara default di perangkat yang memenuhi syarat.

>>> Lionel Messi Lampaui Diego Maradona, Ukir Rekor Baru di Piala Dunia 2026

Perubahan ini cukup penting bagi pengguna enterprise dan organisasi. Proses pemulihan perangkat akan menjadi jauh lebih mudah.

Bersamaan dengan perubahan ini, Microsoft juga mengonfirmasi bahwa Windows Backup for Organizations berganti nama menjadi Windows Settings Backup and Restore.

Fungsinya tetap sama, yaitu mencadangkan pengaturan Windows dan daftar aplikasi Microsoft Store agar dapat dipulihkan saat perangkat di-reset atau dipasang ulang.

Namun, mulai Windows 11 26H2, fitur tersebut tidak lagi harus diaktifkan secara manual oleh administrator.

Backup Akan Aktif Secara Default

Sebelumnya, administrator harus melakukan konfigurasi backup policy terlebih dahulu. Kini Microsoft menjadikannya sebagai konfigurasi bawaan.

Selama perangkat memenuhi syarat tertentu, Windows akan otomatis mulai menyimpan pengaturan Windows dan daftar aplikasi Microsoft Store yang terpasang.

Dengan begitu, ketika perangkat di-reset, di-reimage, atau dipindahkan ke perangkat baru, proses pemulihan akan jauh lebih cepat tanpa konfigurasi dari awal.

Tidak Berlaku untuk Semua Perangkat

Perubahan ini tidak berlaku untuk semua pengguna Windows.

Fitur backup otomatis hanya berlaku pada perangkat yang memenuhi syarat berikut: menjalankan Windows 11 versi 26H2 atau lebih baru, terhubung ke Microsoft Entra atau Microsoft Entra Hybrid, kebijakan Windows Settings Backup and Restore masih pada status Not Configured, berada di wilayah yang tidak terkena regulasi EU Digital Markets Act (DMA), dan tidak berada di sovereign cloud atau wilayah dengan kebijakan privasi khusus.