Carlos Queiroz mengundurkan diri sebagai pelatih tim nasional Ghana pada Minggu, 5 Juli 2026, setelah timnya tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia.

Ghana kalah 1-0 dari Kolombia di Kansas City.

>>> Polisi Tunggu Laporan Keluarga soal Kematian Dokter PPDS di RS Kandou

Pelatih asal Portugal berusia 73 tahun itu hanya bertahan tiga bulan sejak ditunjuk oleh Federasi Sepak Bola Ghana pada April lalu.

Ia menggantikan Otto Addo setelah tim mengalami empat kekalahan beruntun.

Di turnamen ini, Ghana finis di posisi ketiga Grup L setelah mengalahkan Panama, imbang dengan Inggris, dan kalah dari Kroasia.

Ini adalah pertama kalinya dalam 16 tahun Ghana lolos ke babak gugur, meskipun tanpa satu pun tembakan tepat sasaran melawan Kolombia.

"Masa depan Black Stars tidak hanya dibangun di lapangan.

Kesuksesan harus dimulai dari luar lapangan, dengan menciptakan lingkungan terbaik untuk mempersiapkan, melindungi, dan mengembangkan bakat sepak bola Ghana yang luar biasa," tulis Queiroz di media sosial.

Gelandang veteran Jordan Ayew merefleksikan masa kepelatihan Queiroz yang singkat. "Terkadang Anda butuh lima atau enam bulan agar orang memahami cara Anda.

>>> Netizen Ramai-ramai Sindir AS Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Ia datang dan setelah satu atau dua bulan kami mulai menerapkan apa yang ia inginkan. Ia meminta kami melakukan sesuatu, dan itu berhasil sampai titik tertentu," ujar Ayew.

Queiroz juga menyampaikan pesan kepada publik setelah pertandingan terakhir.

"Kami tidak bisa mengklaim kepuasan olahraga sepenuhnya, tetapi kami bangga telah menghormati warna Ghana dan mengembalikan rasa hormat serta kredibilitas Black Stars di panggung terbesar sepak bola," tulisnya.

Ia mengungkapkan perasaan campur aduk atas akhir perjalanan ini. "Sepak bola, seperti kehidupan, mengajarkan satu pelajaran abadi: Anda menang atau Anda belajar.

Saya meninggalkan perjalanan ini dengan bangga atas apa yang kami capai, tetapi juga dengan ketidakpuasan sehat dari mereka yang selalu menginginkan lebih.

Mencapai level yang lebih tinggi seharusnya bukan tujuan akhir, melainkan awal dari ambisi yang lebih besar," tambahnya.

>>> Pakar Ungkap Penyebab Kunang-kunang Semakin Langka

Ghana akan kembali bertanding pada September 2026 untuk memulai kualifikasi Piala Afrika 2027 melawan Pantai Gading, Gambia, dan Somalia.