Pelatih timnas Mesir, Hossam Hassan, mendapat kartu kuning setelah melakukan gestur anti rasialisme usai laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Argentina, Rabu (8/7) dini hari WIB.

Argentina menang dramatis 3-2 dan menyingkirkan Mesir dari turnamen. Sesaat setelah peluit panjang, Hassan membentuk tanda 'X' dengan kedua tangannya.

>>> 6 Shio Paling Beruntung 8 Juli 2026, Kelinci hingga Babi Diprediksi Bernasib Baik

Tanda 'X' merupakan bagian dari protokol anti rasialisme FIFA. Jika ada pemain, pelatih, atau ofisial yang melakukannya, wasit harus melakukan tiga prosedur.

Pertama, wasit mengobservasi kejadian di lapangan. Kedua, wasit berbicara dengan subjek yang melakukan gestur.

Ketiga, perangkat pertandingan berkomunikasi dengan wasit untuk menentukan apakah laga berlanjut.

>>> 7 Sepatu Hiking Brand Lokal Mulai Rp240 Ribuan: Anti Slip, Stylish dan Tahan Banting

Namun, gestur Hassan dilakukan setelah pertandingan berakhir. Wasit tetap memberikan kartu kuning karena tindakan pelatih berusia 59 tahun itu.

Dalam konferensi pers, Hassan murka dan menyebut wasit tidak adil. Ia juga mengatakan Piala Dunia 2026 adalah 'karpet merah' untuk Argentina.

"Wasit tidak adil, Tuhan sudah cukup bagi saya. Tapi ia menyia-nyiakan perjuangan satu bangsa.

>>> Roy Suryo Menang Praperadilan Lawan Jokowi, Sebut Ada Harapan Perbaiki Hukum

Turnamen ini sudah diatur untuk Argentina," kata Hassan dikutip dari Sky Sports.